Malaysia Imbau Warga Sabah Jauhi Pantai akibat Potensi Tsunami

KUALA LUMPUR, MALAYSIA. DMKtv,- Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan (NRES) Malaysia Arthur Joseph Kurup mengimbau masyarakat yang berada di Sabah untuk tidak mendekati wilayah pesisir pantai akibat peringatan potensi tsunami yang diumumkan pascagempa di Filipina.

“Masyarakat diminta untuk tidak mendekati kawasan pantai selama periode waktu yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama,” kata Arthur dalam keterangan pers di Kuala Lumpur, Senin.

Arthur menekankan kepada seluruh masyarakat di Sabah, khususnya penduduk di kawasan pesisir sekitar Tawau, Semporna, Kunak, dan Lahad Datu, agar waspada namun tetap tenang dan tidak panik.

Dia mengimbau seluruh penduduk di kawasan berisiko dapat bekerja sama dan segera mematuhi setiap instruksi evakuasi, maupun sejumlah langkah keselamatan yang diberikan oleh pihak berwenang setempat guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

Menteri menyatakan pemerintah Malaysia melalui Departemen Meteorologi (MET) Malaysia dan berbagai instansi keselamatan terus memantau situasi secara cermat dari waktu ke waktu.

Gempa bumi besar berkekuatan magnitudo 7,9 yang terdeteksi dengan kedalaman 50 km terjadi di Mindanao, Filipina, pada Senin pagi sekitar pukul 07:37 waktu setempat. Gempa tersebut berpusat pada koordinat 5,7 derajat Lintang Utara dan 125,1 derajat Bujur Timur.

Getaran gempa turut dirasakan di beberapa wilayah sekitar Tawau dan Semporna, Sabah.

Berdasarkan analisis MET Malaysia, tsunami setinggi 0,4 meter diperkirakan menerjang kawasan pesisir di Tawau, Semporna, Kunak, dan Lahad Datu pada Senin antara pukul 10.30 hingga 12.00 siang.

Pemerintah Malaysia menyatakan sirene peringatan tsunami telah dibunyikan di empat lokasi yaitu Tawau, Semporna, Kunak, dan Lahad Datu sebagai langkah kesiapsiagaan dan peringatan dini kepada masyarakat di kawasan yang terdampak.

Adapun MET Malaysia menyampaikan terus memantau secara seksama setiap perkembangan terkait aktivitas gempa susulan maupun risiko tsunami, serta akan mengumumkan informasi terkini dari waktu ke waktu.

Masyarakat, tegas MET, juga diingatkan agar tidak menyebarkan informasi palsu yang dapat menimbulkan keresahan publik.

*(Rangga Pandu Asmara Jingga/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini