TEHERAN. DMKtv,- Amerika Serikat bertanggung jawab atas pelanggaran gencatan senjata Israel di Lebanon dan konsekuensinya, kata Kementerian Luar Negeri Iran dalam sebuah pernyataan.
Iran menembakkan sejumlah rudal ke Israel utara pada Ahad (7/6) malam. Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Iran mengancam akan membalas serangan udara Israel di pinggiran kota Beirut baru-baru ini.
“Pemerintah AS memikul tanggung jawab langsung atas pelanggaran gencatan senjata Israel (di Lebanon) dan juga konsekuensinya, serta atas setiap eskalasi ketegangan di Kawasan Timur Tengah,” kata Kemlu Iran di Telegram.
Kantor perdana menteri Israel sebelumnya mengatakan tentara Israel menyerang pinggiran kota Beirut selatan di Lebanon untuk membalas penembakan yang dilakukan kelompok Hizbullah.
Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), serangan udara Israel menghantam dua apartemen di kawasan permukiman tanpa adanya laporan korban jiwa.
Hizbullah meluncurkan serangan roket dan drone ke Israel pada 2 Maret di tengah agresi AS dan Israel terhadap Iran. Israel kemudian merespons aksi tersebut lewat serangan udara besar-besaran terhadap target Hizbullah di pinggiran selatan Beirut dan juga di Lebanon selatan dan timur.
Selain itu, Zionis juga meluncurkan operasi darat di wilayah selatan dan mendeklarasikan kampanye militer baru melawan perlawanan Hizbullah.
Menyusul pembicaraan di Washington pada 16 April, para pihak bertikai mencapai kesepakatan gencatan senjata.
Meski telah dicapai kesepakatan, Israel terus menyerang puluhan permukiman di Lebanon selatan setiap hari dan mempertahankan kendali tembakan atas sejumlah permukiman di perbatasan.
Akibatnya, Hizbullah pun melakukan operasi militer terhadap pasukan penjajah Israel.
*(Sputnik/RIA Novosti-OANA/ANTARA)











