JAKARTA. DMKtv,- Presiden Prabowo Subianto mengatakan langkah pengentasan kemiskinan dalam upaya memastikan kebangkitan bangsa harus dilakukan berdasarkan sains dan cara yang rasional.
Dalam pertemuan dengan 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa banyak bibit orang berbakat dan pintar di Indonesia yang perlu dicari, dibina dan diberi kesempatan untuk mengembangkan diri.
“Jadi pendekatan kita terhadap kebangkitan suatu bangsa, kebangkitan suatu bangsa cita-cita semua pendiri bangsa kita, termasuk cita-cita kita semua, bagaimana suatu negara di mana tidak ada kemiskinan. Bagaimana suatu negara tidak ada ketidakadilan. Kalau kita mendekati dengan cara saintifik, cara rasional, jangan dengan cara lain dari pada rasional,” kata Presiden Prabowo.
Presiden menekankan bahwa pendekatan rasional diperlukan untuk mengatasi berbagai isu. Mengingat pendekatan rasionalitas itu dilakukan berdasarkan sains, matematika dan realitas.
“Marilah kita, saya terutama mengajak tim saya dan saudara-saudara sekalian, kalau saya memimpin saya sukanya itu memimpin dengan fakta, facts, realita dengan keadaan yang sebenarnya,” tutur Presiden.
Untuk itu dia mengajak, para pemangku kepentingan untuk berkaca pada realita yang ada di Indonesia sebagai bentuk introspeksi dan melakukan perbaikan dari kenyataan tersebut.
Pada kesempatan itu, Kepala Negara menegaskan bahwa sains dan teknologi juga merupakan kunci utama bagi kemajuan suatu bangsa. Menyoroti bahwa bangsa yang mampu menguasai sains dan teknologi dapat maju dengan pesat.
Penguasaan kedua faktor tersebut juga ditopang oleh kualitas pendidikan yang dapat membangun sumber daya manusia unggul dalam berbagai bidang.
“Ini adalah fakta dan kenyataan dari penguasaan sains dan teknologi tentunya masalah pendidikan itu adalah fondasi landasan yang paling critical, paling kritis,” jelas Prabowo Subianto.
*(Prisca Triferna Violleta/ANTARA)











