JAKARTA. DMKtv,- Presiden Prabowo Subianto menegaskan akan melakukan peremajaan semua lahan tebu untuk memastikan kemandirian produk gula sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan di Tanah Air.
Dalam acara panen raya serentak bersama TNI di Malang, Jawa Timur pada Jumat, Prabowo mengatakan pemerintah yang dipimpinnya terus berupaya mencapai kondisi kemandirian terhadap beragam sektor termasuk di sektor energi, air dan pangan.
“Tadi, Menteri Pertanian menyampaikan kepada saya bahwa sudah 12 tahun tidak ada peremajaan tebu, 12 tahun. Kita sekarang akan meremajakan semua tebu yang kita miliki,” kata Presiden.
Dia mengatakan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman program yang dijalankan sekarang ditargetkan melakukan peremajaan tanaman tebu untuk 100 ribu hektare per tahun dan dapat berjalan selama empat tahun.
“Tapi setelah saya tanya lagi ke beliau dengan gagah dan berani beliau mengatakan ‘Pak, kita bisa dalam dua tahun’,” ujar Prabowo menambahkan.
Menurut data Kementerian Pertanian (Kementan) per November 2025 terdapat 796.621 petani tebu yang mengelola 520.823 hektare lahan panen.
Di dalam kesempatan itu Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada TNI yang melaksanakan program pendampingan terpadu terhadap petani untuk menciptakan swasembada pangan.
Khusus komoditas tebu, TNI Angkatan Udara (AU) mendampingi untuk produksi di lahan seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi 18,386 juta ton tebu atau setara 1,36 juta ton gula.
Selain TNI AU, TNI Angkatan Laut (AL) juga melakukan pendampingan terhadap 2.432 hektare lahan kedelai dan TNI Angkatan Darat (AD) melakukan pendampingan pada Januari-Juni 2026 terhadap 6,26 juta hektare lahan padi.
Presiden menyinggung bahwa upaya TNI dan Polri, yang juga menjalankan pendampingan serupa, bersama BUMN, perusahaan swasta, akademi serta petani memperlihatkan bagaimana semua komponen bangsa bersatu untuk mengatasi kesulitan rakyat.
“Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara. Tapi TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia,” kata Prabowo Subianto.
*(Prisca Triferna Violleta/ANTARA)











