JAKARTA. DMKtv,- Presiden Prabowo Subianto berseloroh menyebut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, dan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia sebagai “pemimpin kancil” saat menghadiri puncak Hari Lahir Ke-28 PKB di Jakarta, Kamis malam.
“Memang di Indonesia ini ada dua pemimpin kancil, Gus Imin dan Sufmi Dasco,” kata Prabowo dalam pidatonya.
Prabowo kemudian melanjutkan candaannya dengan menyebut Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia sebagai “kancil” berikutnya.
“Kancil ketiga mungkin Ketua Umum Golkar itu. Kalau orang bertiga berkumpul, wah repot,” ujarnya.
Sebelum melontarkan candaan tersebut, Prabowo sempat menggoda Dasco terkait penyelenggaraan Hari Lahir PKB yang membuat dirinya terharu.
“Co, coba Co, hati-hati. Lu mau jadi Ketua Harian lagi enggak? Ini akal-akalan Gus Imin kayaknya,” kata Prabowo seraya tertawa.
Prabowo mengaku terharu atas dukungan PKB terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah yang kerap disebut sebagai “Prabowonomics”. Ia juga mengapresiasi para kader PKB yang mengenakan kaus bertuliskan “Prabowonomics”, meski menilai penggunaan namanya untuk konsep tersebut tidak tepat.
“Saudara memberi penghargaan yang luar biasa kepada saya. Bahkan Gerindra saja enggak pakai kaus seperti kalian. Gimana itu, Dasco? Gerindra saja enggak pakai karena mereka tahu saya enggak izinkan ini. Kalau kalian minta izin, tidak akan saya izinkan,” ujarnya.
Prabowo menegaskan konsep yang dijalankan pemerintah merupakan ekonomi Pancasila, ekonomi konstitusi, dan ekonomi rakyat.
“Ini ekonomi Pancasila, ini ekonomi konstitusi, ini ekonomi rakyat. Tapi saya merasa saya dihormati, jadi saya berterima kasih dari hati yang paling dalam,” katanya.
Prabowo menghadiri puncak Hari Lahir Ke-28 PKB di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar.
Turut hadir Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, serta Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.
*(Fathur Rochman/ANTARA)











