JAKARTA. DMKtv,- Presiden Prabowo Subianto meminta para perwira remaja TNI dan Polri mewaspadai perubahan bentuk ancaman terhadap Indonesia, termasuk perang siber, dengan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan buatan (AI).
Dalam amanat pada Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, Prabowo mengatakan ancaman terhadap negara kini tidak lagi hanya datang melalui kekuatan militer.
“Dunia sedang berubah dengan sangat cepat. Persaingan antara negara semakin ketat. Ancaman tidak lagi hanya datang dari senjata. Ancaman datang melalui perang siber, perang informasi, narkotika, penyelundupan, kejahatan lintas negara, dan upaya melemahkan bangsa melalui infiltrasi budaya,” kata Prabowo.
Menurut Presiden, perubahan lanskap keamanan global menuntut Indonesia memiliki ketahanan yang kuat di berbagai sektor strategis. Karena itu, Indonesia harus mampu berdiri di atas kekuatan sendiri.
“Karena itu, Indonesia harus kuat. Kita harus mandiri. Mandiri dalam pangan, energi, teknologi, industri pertahanan, dan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Prabowo menegaskan para perwira remaja merupakan generasi penerus yang akan menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan dan mewujudkan cita-cita bangsa.
Oleh karena itu, mereka harus membekali diri dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, sistem siber, teknologi nirawak, serta bahasa asing untuk menghadapi dinamika keamanan pada masa mendatang.
“Kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kuasai kecerdasan buatan, sistem siber, teknologi nirawak, dan bahasa asing,” katanya.
Presiden juga menekankan pentingnya karakter, disiplin, dan jiwa kepemimpinan sebagai fondasi utama seorang prajurit TNI maupun anggota Polri.
Ia berharap para perwira remaja mampu menjadi pemimpin yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai pengabdian kepada bangsa dan negara.
*(Maria Cicilia Galuh Prayudhia / Genta Tenri Mawangi/ANTARA)











