Semarak HUT ke-26 KOOD di Pesona Square, Wali Kota Supian Suri Tegaskan Komitmen Pembangunan Inklusif

DEPOK. DMKtv, – Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) merayakan hari jadinya yang ke-26 dengan menggelar Festival Batu Akik Nasional di Pesona Square pada 25 hingga 27 September 2026.

Kemeriahan perayaan pelestari tradisi ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Depok Dr. Supian Suri, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Eko Herwiyanto, serta Ketua KOOD Ahmad Dahlan.

​Mengusung tema “Merawat Warisan Budaya Leluhur, Menguatkan Budaya Depok yang Inklusif”, perhelatan ini didesain melampaui batas seremonial tahunan semata.

Forum ini menjadi ruang perjumpaan inklusif yang menyatukan seluruh lapisan warga demi merawat kebudayaan lokal, sekaligus menjadikannya sebagai fondasi utama dalam memperkokoh kerukunan dan kesejahteraan sosial di kota belimbing.

​Kemeriahan acara dibuka oleh pesona tarian tradisional dan iringan alat musik dari anak-anak muda Sanggar Ayodya Pala yang menuai apresiasi tinggi dari para pejabat teras.

Rangkaian perayaan ini juga disemarakkan dengan beragam agenda menarik, mulai dari bazar UMKM, kontes batu akik tingkat nasional, lomba pantun, kompetisi tari, hingga prosesi pelantikan pengurus Ronda dan Wadon tingkat kecamatan se-Kota Depok.

​Dalam sambutan hangatnya, Supian Suri menitipkan pesan mendalam terkait dinamika berorganisasi di tubuh KOOD.

Ia menekankan bahwa kunci jalannya sebuah perkumpulan bukanlah menuntut anggotanya untuk selalu bergelimang harta atau kecerdasan, melainkan keikhlasan merawat silaturahmi dan menekan ego sektoral atau sifat gede ambek, sehingga komunitas dapat terus menebar manfaat bagi orang banyak.

​Kesempatan berkumpul dengan para tokoh dan sesepuh kota ini turut dimanfaatkan Wali Kota untuk melaporkan progres tata ruang infrastruktur.

Beberapa capaian yang tengah digenjot antara lain pelebaran pertigaan Parung Bingung, penataan Jalan Raya Sawangan, hingga revitalisasi kawasan bersejarah Kaum Depok Lama yang kini dilengkapi fasilitas pejalan kaki (pedestrian) yang nyaman guna mendongkrak denyut ekonomi lokal.

​Di sektor pendidikan, Pemkot Depok mempertegas komitmennya agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah akibat kendala finansial.

Saat ini pemerintah telah menggratiskan biaya pendidikan di 52 sekolah swasta tingkat SMP/MTs.

Serta menginisiasi layanan 22 PAUD gratis guna merespons kebijakan wajib belajar usia dini dari pemerintah pusat yang kerap dikeluhkan sangat membebani para orang tua.

“Mari kita jaga kota kita, kemaksinannya, ketertibannya, dan terima kasih dukungan para anggota DPRD baik provinsi, warga depok yang terus men-support program-program yang kita laksanakan, yang kita jalankan, sehingga pada akhirnya UMKM kita juga kita berharap bisa tumbuh, bisa besar, karena ini wadah warga depok mencari rezeki” Ujar Walikota Depok Supian Suri.

Langkah kedepannya, Supian memohon dukungan warga terkait rencana pembangunan jalan layang (flyover) pada tahun depan sebagai langkah konkret mengurai simpul kemacetan di Depok.

Menutup arahannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat majemuk baik warga asli Depok, keturunan Arab, Tionghoa, hingga pendatang dari berbagai penjuru Nusantara.

Dalam persatuan menjaga ketertiban kota, melestarikan budaya, dan meramaikan ruang UMKM seperti Car Free Day (CFD) dan juga ruang inklusif lainya.

*(Bagoes Aryo/DMKtv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini