JAKARTA. DMKtv,- Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan menggelar Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun di Istana Negara, Jakarta, Senin, sebagai forum evaluasi kinerja pemerintahan menjelang penyampaian pidato kenegaraan pada Agustus 2026.
“Saya sengaja melaksanakan Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun 2026, menjelang 17 Agustus 2026, di mana sudah secara tradisi Presiden Republik Indonesia menyampaikan sambutan beberapa hari sebelum 17 Agustus untuk menyampaikan kepada seluruh bangsa dan negara apa yang sudah dikerjakan selama satu tahun kerja,” kata Prabowo.
Presiden dalam pidato di hadapan seluruh menteri mengatakan sidang tersebut juga menjadi momentum bagi jajaran Kabinet Merah Putih untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang telah dijalankan selama hampir dua tahun masa pemerintahan.
Prabowo menambahkan bahwa seluruh jajaran kabinet telah bekerja dengan sangat keras, padat, dan sangat cepat sehingga terkadang tidak menyadari banyaknya capaian yang telah diraih.
Prabowo mengatakan pemerintah sejak awal menyadari bahwa mandat yang diberikan rakyat bukanlah hal yang ringan karena harus menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam negeri maupun situasi global yang penuh ketidakpastian.
Kepala Negara menegaskan pemerintah tidak berorientasi mencari kesalahan pemerintahan sebelumnya, melainkan fokus menyelesaikan persoalan yang dihadapi bangsa.
“Karena kita tidak bermaksud untuk mencari kesalahan, kita tidak bermaksud untuk membanding-bandingkan, tiap masa ada pemerintahnya, tiap pemerintah ada masanya, tiap masa ada pemimpinnya, tiap pemimpin punya masanya,” kata Prabowo.
Pada kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menangani lebih dari seratus persoalan strategis selama sekitar 18 bulan masa pemerintahannya.
Menurut Prabowo, capaian tersebut patut disyukuri tanpa harus membuat pemerintah menjadi besar kepala.
“Mungkin hitungan kita terakhir lebih dari 108 masalah, 110 masalah yang kita selesaikan dalam satu tahun lebih, 18 bulan pemerintahan kita. Ini prestasi yang bukan kecil, kita rendah hati, kita tidak mau menepuk-nepuk dada,” kata Prabowo.
Kepala Negara menegaskan pemerintah tidak berorientasi mencari kesalahan pemerintahan sebelumnya, melainkan fokus menyelesaikan persoalan yang dihadapi bangsa.
“Karena kita tidak bermaksud untuk mencari kesalahan, kita tidak bermaksud untuk membanding-bandingkan, tiap masa ada pemerintahnya, tiap pemerintah ada masanya, tiap masa ada pemimpinnya, tiap pemimpin punya masanya,” kata Prabowo.
Pada kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menangani lebih dari seratus persoalan strategis selama sekitar 18 bulan masa pemerintahannya.
Menurut Prabowo, capaian tersebut patut disyukuri tanpa harus membuat pemerintah menjadi besar kepala.
“Mungkin hitungan kita terakhir lebih dari 108 masalah, 110 masalah yang kita selesaikan dalam satu tahun lebih, 18 bulan pemerintahan kita. Ini prestasi yang bukan kecil, kita rendah hati, kita tidak mau menepuk-nepuk dada,” kata Prabowo.
*(Adhitya Ramadhan/ANTARA)











