JAKARTA. DMKtv,- Viral kisah pilu seorang wanita bernama Yupi yang menjadi korban penyiksaan oleh pacarnya selama 3 tahun kini berharap bisa melihat lagi dengan normal.
Diketahui wanita asal Antapani, Kota Bandung, Jawa Barat itu diduga menjadi korban penyiksaan oleh pelaku berinisial TH.
Yupi kabarnya sampai disekap di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung selama tiga tahun oleh pacarnya berinisial TH.
Perjuangan Yupi untuk bertahan hidup di tengah kondisi yang dialaminya menyisakan duka mendalam bagi keluarga maupun masyarakat yang mengikuti kasus tersebut.
Dalam sebuah percakapan melalui sambungan video dengan Denny Sumargo, keluarga mengungkapkan harapan besar agar pelaku yang diduga bertanggung jawab atas penderitaan Yupi segera ditemukan dan diproses secara hukum.
Dari informasi yang disampaikan keluarga, sosok yang diduga sebagai pelaku diketahui bernama Taufik Hidayat.
Hingga saat ini, keberadaannya masih belum diketahui dan disebut masih dalam pencarian.
Keluarga mengaku telah berusaha mencari informasi mengenai keberadaan terduga pelaku.
Bahkan, ayah dari Taufik Hidayat disebut pernah datang dan menyampaikan bahwa anaknya juga sudah lama tidak pulang ke rumah.
Di tengah proses pencarian tersebut, keluarga berharap dukungan masyarakat dapat membantu mengungkap kasus yang menimpa Yupi sehingga keadilan dapat segera ditegakkan.
Saat dihubungi Denny Sumargo dalam podcast-nya melalui sambungan video, ibu Yupi mengaku merasa lebih tenang karena banyak pihak yang memberikan dukungan moral kepada keluarganya.
Menurutnya, selama ini dirinya tidak pernah membayangkan sang anak berada dalam kondisi baik-baik saja.
Yang selalu terlintas di pikirannya justru kekhawatiran bahwa anaknya sedang mengalami penderitaan dan membutuhkan pertolongan.
“Alhamdulillah sekarang banyak yang memberikan dukungan dan perhatian. Sebagai orang tua, saya selama ini selalu membayangkan anak saya sedang kesusahan dan membutuhkan bantuan,” ungkapnya dikutip dari kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo pada Senin, 22 Juni 2026.
Ia juga mengaku bersyukur karena Yupi masih diberikan kekuatan untuk bertahan hingga akhirnya dapat kembali bertemu dengan keluarga.
Yupi Berharap Bisa Hidup dengan Normal Lagi
Dalam kesempatan yang sama, Yupi turut menyampaikan kondisi terkini yang ia rasakan.
Meski masih harus menjalani berbagai proses pemulihan, Yupi mengaku keadaannya sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya, terutama setelah kembali bertemu dengan orang tua dan keluarga.
“Alhamdulillah sekarang lebih baik. Setelah bertemu orang tua dan keluar dari rumah sakit, saya merasa lebih tenang,” ujar Yupi.
Namun, ia mengakui masih menghadapi dampak berat akibat kondisi yang dialaminya. Salah satu yang paling dirasakannya adalah hilangnya kemampuan melihat secara normal.
Saat ditanya mengenai harapan terbesarnya saat ini, Yupi mengaku hanya ingin bisa melihat kembali dan menjalani hidup secara mandiri.
“Saya ingin bisa melihat lagi. Kalau tidak bisa bekerja seperti dulu, saya berharap masih bisa berjualan dari rumah,” katanya.
Berharap Pelaku Segera Ditangkap
Yupi juga menyampaikan keinginannya agar orang yang diduga telah menyebabkan penderitaannya segera ditemukan aparat penegak hukum.
Ia mengaku ingin pelaku mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya.
Menurut penuturannya, kondisi matanya mulai mengalami kerusakan setelah mengenal terduga pelaku dan tinggal bersamanya dalam kurun waktu tertentu.
Pengakuan tersebut semakin memperkuat harapan keluarga agar proses hukum dapat berjalan hingga pelaku berhasil ditemukan.
Kakak Yupi mengaku sangat terpukul melihat kondisi adiknya saat ini.
Ia menceritakan bagaimana selama ini keluarga berusaha mendukung pendidikan dan masa depan Yupi.
Oleh karena itu, ketika akhirnya bertemu kembali dalam kondisi yang jauh berbeda, rasa sedih dan marah tidak dapat disembunyikan.
Menurutnya, penderitaan yang dialami sang adik telah menghancurkan banyak impian yang sebelumnya ingin diraih.
Meski demikian, keluarga Yupi tetap memilih menempuh jalur hukum dan berharap aparat dapat segera mengungkap seluruh fakta yang terjadi.
*(Risto Risanto/DISWAY.ID)











