JAKARTA. DMKtv,- Selebgram atau pemengaruh bernama Muhammad Miftahuda atau lebih dikenal dengan nama Keanu Angelo memenuhi panggilan Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penipuan jamaah oleh biro perjalanan umrah Hanania Group.
Keanu yang didampingi kuasa hukumnya keluar dari Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya sekitar pukul 15.03 WIB, menegaskan bahwa keterlibatannya dengan pihak Hanania murni kerja sama sistem barter promo, bukan menerima aliran dana.
“Saya jelaskan di dalam (ruang pemeriksaan) bahwa dalam kerja sama dengan Hanania itu saya enggak menerima uang endorse-an sama sekali. Aku tuh kerja samanya barter,” katanya saat ditemui di Jakarta, Senin.
Keanu juga menjelaskan bahwa ia diberi sekitar 25 pertanyaan oleh tim penyidik seputar awal mula kenal, kontrak kerja sama, hingga mekanisme promosi.
Kemudian ia juga membawa dan menyerahkan bukti kontrak kerja sama serta mutasi rekening koran periode Agustus 2024 (saat keberangkatan) serta satu bulan sebelum dan sesudahnya.
“Jadi mereka (Hanania) berangkatkan aku (umroh), aku promoin testimoni aku, pengalaman aku selama di sana. Aku enggak menerima aliran dana apa pun dari Hanania Group,” kata Keanu.
Keanu juga menjelaskan pertama kali bertemu dengan Direktur Utama perusahaan layanan perjalanan umrah, PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group, berinisial ASFR (30) pada awal Mei 2024.
Selanjutnya pada sekitar 30 Mei 2024, ia menandatangani kontrak. Keberangkatan umrah sendiri dilakukan pada 29 Juli hingga 10 Agustus 2024 bersama sekitar delapan orang anggota kelompoknya.
Terhadap kasus Hanania Group, Keanu juga mengaku terkejut dan syok mengingat dirinya telah melakukan riset mendalam mengenai legalitas perusahaan sebelum menerima tawaran tersebut.
​”Aku udah periksa, dia (Hanania) memang secara perusahaan sudah legal, sudah terakreditasi di bawah pengawasan Kementerian Agama, dan sebelum aku berangkat juga dia sudah punya reputasi yang cukup baik,” ujar Keanu.
Sementara itu, Kuasa hukum Keanu, Charles P. Situmorang, menegaskan bahwa kliennya telah bersikap kooperatif dengan mengutamakan panggilan kepolisian sebelum memberikan klarifikasi ke publik guna meluruskan isu miring yang beredar.
“Hanya, sebagai warga negara, Mas Keanu lebih baik memenuhi panggilan pihak kepolisian dulu baru kita mengklarifikasi,” katanya.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menegaskan siap mengusut tuntas aliran dana kasus dugaan penipuan investasi dan perjalanan umrah yang dilakukan oleh PT Hasanah Tamma Internasional atau Hananiya Group.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan polisi kini membidik sejumlah pihak yang kecipratan dana jamaah, mulai dari promosi oleh selebgram ternama hingga pelacakan (tracing) aset milik tersangka utama demi memulihkan kerugian para korban.
​”Uang yang digunakan, sebagian digunakan untuk kepentingan di luar dari perjalanan umrah para jamaah, sebagian juga digunakan untuk membayar influencer (pemengaruh) sebagai kepentingan marketing (pemasaran),” kata Iman.
*(Ilham Kausar/ANTARA)











