JAKARTA. DMKtv,- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan pihaknya telah menjalankan empat program cepat (quick wins) sebagai bentuk dukungan terhadap berbagai agenda prioritas pemerintah di bidang ekonomi, kesehatan, ketenagakerjaan, dan perumahan.
“Kami langsung mengonsolidasikan segala macam kekuatan di Kadin dan meluncurkan empat quick wins yang kami lihat bisa mendongkrak perekonomian karena mempunyai dampak yang besar,” kata Anin, sapaan akrabnya, dalam pertemuan pengusaha Kadin pusat dan daerah seluruh Indonesia dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat.
Anin mengatakan keempat program tersebut dipilih karena dinilai memiliki dampak besar terhadap perekonomian nasional.
Dia menjelaskan program pertama adalah Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) Gotong Royong. Hingga saat ini, kata dia, Kadin telah berkontribusi melalui 866 dapur MBG, dengan 128 dapur di antaranya berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menurutnya, Kadin memprioritaskan dukungan terhadap program tersebut karena mengacu pada riset UNICEF yang menunjukkan setiap satu dolar AS investasi pada program gizi dapat menghasilkan dampak ekonomi berlipat.
Program kedua, yaitu Satuan Tugas Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Dalam mendukung program itu, KADIN meluncurkan buku putih (white paper) bertajuk Health Is The New Wealth yang memuat potensi nilai ekonomi sektor kesehatan mencapai sekitar Rp670 triliun.
“Nah, di sini kami ketahui bahwa health itu adalah Rp670 triliun, dan setiap Rp1 yang dikeluarkan bisa menghasilkan Rp2 sampai Rp3,” ucapnya.
Selanjutnya, Kadin menjalankan program perlindungan dan peningkatan kapasitas pekerja migran Indonesia. Anin mengatakan program tersebut menyasar sekitar 208.000 pekerja migran melalui sertifikasi dan pelatihan agar memiliki kompetensi lebih tinggi serta meningkatkan kontribusi devisa negara.
Program keempat, yakni renovasi rumah tidak layak huni sebagai dukungan terhadap program pembangunan tiga juta rumah.
Menurutnya, sektor perumahan memiliki efek berganda yang besar terhadap perekonomian dan berpotensi menciptakan hingga 19 juta lapangan kerja.
Anin menyampaikan berbagai program tersebut juga membuka peluang partisipasi pelaku usaha hingga daerah dalam mendukung agenda pembangunan pemerintah.
“Kami rasakan sampai ke pelosok daerah bahwa mereka mempunyai kesempatan untuk bisa berpartisipasi dalam program ekonomi yang Bapak Presiden canangkan,” ujarnya.
*(Fathur Rochman/ANTARA)











