Jenderal Maruli, dari Digendong Prabowo hingga jadi Wakil Panglima TNI

JAKARTA. DMKtv,- Eks Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mendapat jabatan baru sebagai Wakil Panglima TNI menggantikan Tandyo yang mendapatkan jabatan baru sebagai KSAD.

Proses serah terima jabatan itu terjadi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis.

Sebelum menduduki orang nomor dua di TNI, Maruli memiliki sederet prestasi dan jabatan mentereng, baik di dalam maupun di luar tubuh TNI.

Di luar TNI, Maruli pernah menyabet medali emas kelas 70 kg dan perak kelas bebas di ajang Kejuaran Judo Pangab Cup tahun 1994.

Satu tahun setelahnya, Maruli menjuarai kejuaraan judo tingkat Asia Tenggara pada 1995.

Pada momen inilah Maruli menjadi satu satunya perwira yang pernah digendong Presiden Prabowo Subianto yang saat itu menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus.

Di dalam TNI, lulusan Akademi Militer pada 1992 ini sebagian besar dihabiskan di satuan tempur, khususnya Kopassus TNI AD dan Detasemen Tempur Cakra di Kostrad.

Jabatan strategis pertama yang dia emban adalah komandan Detasemen Tempur Cakra pada 2002. Usai menjabat selama kurang lebih tiga tahun, dia dipercaya menjabat Perwira Pembantu Madya Operasi Kopassus TNI AD dari 2005-2008.

Kemudian, dia lanjut bertugas sebagai Komandan Batalion 21 Grup 2 Kopassus TNI (2008-2009), dan dia memperoleh promosi jabatan sebagai Komandan Sekolah Komando Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus TNI AD pada 2009-2010.

Pria yang lahir di Bandung, Jawa Barat pada 27 Februari 1970, kemudian mengisi posisi Wakil Komandan Grup 1 Kopassus TNI AD pada 2010-2013, dan lanjut bertugas sebagai Komandan Grup 2 Kopassus TNI AD pada 2013-2014.

Ia kemudian dipercaya mengisi posisi Asisten Operasi Komandan Jenderal Kopassus TNI AD pada 2014, dan pada tahun yang sama sampai 2016 ia bertugas sebagai Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden TNI.

Grup A Pasukan Pengamanan Presiden TNI bertanggung jawab menjaga, mengawal, dan mengamankan presiden dan pasangan resminya (ibu negara atau suami presiden), dan keluarga intinya 24 jam sehari, tujuh hari sepekan.

Ia kemudian menjabat Komandan Korem 074/Warastratama (2016-2017), Wakil Komandan Pasukan Pengamanan TNI (2017-2018), Kepala Staf Komando Daerah Militer IV/Diponegoro pada 2018, dan Komandan Paspampres TNI pada 2018-2020. Posisi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden TNI ini “secara tradisional” diisi perwira tinggi TNI yang berlatar belakang pasukan komando/khusus dari ketiga matra TNI.

Lalu dia menjadi Panglima Kodam IX/Udayana selama lebih dari setahun, yaitu dari November 2020 sampai Januari 2022.

Setelah mengemban tugas di Bali, Maruli mendapat jabatan baru sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis AD (Pangkostrad).

Setelah menjabat sebagai Pangkostrad, Maruli mendapat jabatan sebagai orang nomor satu di TNI AD atau KSAD dari November 2023 hingga Oktober 2026.

*(Walda Marison/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini