Indonesia-Thailand Targetkan Perdagangan 20 Miliar Dolar AS pada 2030

JAKARTA. DMKtv,- Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Thailand menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai 20 miliar dolar AS pada 2030 melalui penguatan kemitraan strategis di berbagai sektor.

Komitmen tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataan pers bersama usai menerima kunjungan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin malam.

“Kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama hubungan bilateral kita. Kami optimistis target perdagangan sebesar 20 miliar dolar AS pada tahun 2030 dapat dicapai melalui implementasi roadmap kemitraan strategis,” kata Prabowo.

Dalam kunjungan PM Thailand ke Indonesia yang pertama dalam 15 tahun terakhir itu, kedua pemimpin mengadopsi Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand 2026–2030 sebagai pedoman memperkuat hubungan bilateral di berbagai bidang.

Peta jalan tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang dicapai pada ASEAN Summit 2026 di Cebu, Filipina, pada Mei lalu. Kesepakatan itu juga melanjutkan komitmen yang dibangun melalui mekanisme Leaders’ Consultation sejak 2025.

Di bidang ekonomi, Indonesia dan Thailand sepakat memperluas investasi, meningkatkan akses pasar, serta mempererat kemitraan antarpelaku usaha.

Kedua negara juga akan membentuk Joint Trade Commission, mekanisme bilateral pertama dalam sejarah hubungan Indonesia-Thailand, untuk mengidentifikasi peluang bisnis sekaligus mengatasi hambatan perdagangan.

“Kita juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang ketahanan pangan terkait teknologi pertanian, logistik, pengolahan pangan, hingga ketahanan rantai pasok,” ujar Prabowo.

Di sektor energi, kedua negara mendorong penyelenggaraan Indonesia-Thailand Energy Forum untuk memperkuat ketahanan energi dan mempercepat transisi menuju energi berkelanjutan.

Indonesia dan Thailand juga berkomitmen memperkuat kerja sama ekonomi digital, termasuk memperluas pemanfaatan transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) guna meningkatkan efisiensi perdagangan dan investasi.

“Dengan keunggulan masing-masing di sektor industri halal, Indonesia dan Thailand dapat saling mendukung dalam membangun rantai nilai industri halal regional dan global,” kata Prabowo.

Sementara itu, PM Anutin mengatakan kedua negara memiliki potensi besar untuk meningkatkan perdagangan dan investasi bilateral, didukung pasar dengan jumlah penduduk sekitar 350 juta jiwa.

Menurut Anutin, potensi tersebut perlu dimanfaatkan melalui peningkatan akses perdagangan dan investasi serta penguatan kemitraan antarpelaku usaha.

“Kami sepakat bahwa Thailand dan Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan volume perdagangan dan investasi bilateral,” ujar Anutin.

*(Maria Cicilia Galuh Prayudhia/Genta Tenri Mawangi/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini