DEPOK. DMKtv,- Produk Domestik Bruto (PDB) Korea Selatan mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,6 persen secara kuartalan pada kuartal kedua tahun 2026.
Laporan Trading Economics mencatat bahwa capaian awal ini berhasil melampaui estimasi konsensus pasar yang sebelumnya diproyeksikan hanya tumbuh 0,4 persen.
Meski lajunya mengalami moderasi jika dibandingkan dengan performa kuartal pertama yang sempat menyentuh angka 1,8 persen.
Performa ekonomi Negeri Ginseng yang melampaui ekspektasi ini utamanya ditopang oleh solidnya kinerja ekspor yang sukses meredam dampak negatif dinamika geopolitik di Timur Tengah.
Secara keseluruhan performa ekonomi pendorong utama ekspansi ini berasal dari lonjakan investasi produk kekayaan intelektual yang melesat 3,3 persen serta kenaikan investasi fasilitas sebesar 0,2 persen, yang berhasil menutup koreksi investasi sektor konstruksi sebesar 0,2 persen akibat melemahnya proyek teknik sipil.
Secara kontekstual, kebangkitan aktivitas industri Korea Selatan ini memberikan efek genting yang menguntungkan bagi perekonomian Indonesia.
Mengingat kedudukan Seoul sebagai salah satu mitra dagang utama sekaligus investor strategis di sektor manufaktur dan teknologi nasional, terjaga ritme produksi secara otomatis memelihara konsistensi permintaan terhadap pasokan bahan baku serta komoditas mentah asal Indonesia.
Keberhasilan Korea Selatan dalam menjaga stabilitas makroekonominya di tengah ketidakpastian global menjadi modal berharga bagi kesinambungan kerja sama bilateral kedua negara.
*(Bagoes Aryo Bimantoro)











