SIKKA, NTT. DMKtv,- Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau langsung Pelabuhan Laurentius Say yang rusak akibat gempa bumi dan berdialog dengan pengungsi serta membagikan mainan untuk anak-anak di SD Inpres Wairklau, Kabupaten Sikka, NTT.
Seperti yang dilaporkan ANTARA di Kabupaten Sikka, NTT, Kamis, Wapres Gibran bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto meninjau lokasi pengungsian di SD Inpres Wairklau setelah tiba pada Kamis siang.
Di lokasi tersebut Wapres berdialog dengan warga yang masih tinggal di tenda pengungsian dan membagikan mainan serta buku kepada anak-anak yang masih berada di lokasi tersebut setelah terjadi gempa dengan magnitudo 7,7 di wilayah NTT pada Sabtu (15/8).
“Anaknya sudah makan?” tanya Wapres.
“Anaknya enggak ada luka atau apa, kan? Luka enggak? Aman, ya?” lanjutnya memastikan.
Wapres juga menyerahkan sejumlah peralatan bayi kepada salah seorang ibu yang berada di lokasi.
Melalui peninjauan ini, Wapres ingin memastikan bahwa perhatian pemerintah terhadap pendidikan tetap hadir di tengah situasi darurat. Pemulihan pascabencana diharapkan tidak hanya mengembalikan kondisi fisik fasilitas pendidikan, tetapi juga memastikan anak-anak dapat kembali belajar dengan aman, nyaman, dan memperoleh dukungan yang mereka butuhkan.
Setelah meninjau lokasi pengungsian di Wairklau, Wapres kemudian bergerak menuju Pelabuhan Laurentius Say yang rusak akibat gempa bumi.
Di kesempatan itu dia sempat melihat kondisi dermaga bersama Menko PMK dan Kepala BNPB sebelum berpindah melihat Gereja Santa Maria Magdalena Nangahure yang juga mengalami kerusakan akibat gempa.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sampai dengan Rabu (19/8) pada pukul 20.00 WIB, total tercatat 71 korban jiwa akibat gempa bumi yang terjadi di wilayah NTT.
Sementara itu, total pengungsi di seluruh wilayah NTT saat ini sebanyak 59.647 orang, dengan jumlah pengungsi terbanyak berada di Manggarai.
Per Selasa (18/8) pukul 18.00 WIB, distribusi logistik via udara telah dilakukan sebanyak 165 ton dengan total barang bantuan yang terkirim dari 15-18 Agustus 2026 sebanyak 398 ton. Bantuan tersebut tetap dikirimkan melalui jalur darat sebagai moda utama.
*(Prisca Triferna Violleta/ANTARA)











