JAKARTA. DMKtv,- Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan sekitarnya, menyusul rencana unjuk rasa Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia untuk menuntut pembebasan para aktivis yang ditahan aparat, Rabu.
Kepala Bagian Operasi (Kabagops) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefadus menjelaskan, hal itu disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan. Namun, sifatnya situasional tergantung dinamika di lapangan.
“Kalau seandainya dipenuhi para peserta aksi maka jalan dialihkan dahulu, jadi tidak bisa melintas ke Medan Merdeka Selatan,” katanya.
Ia mengatakan, kendaraan dari arah Budi Kemuliaan maupun lampu lalu lintas Oteva akan mengarah ke Medan Merdeka Selatan akan dialihkan. Sementara kendaraan dari Kedutaan Amerika, Jalan Medan Merdeka Selatan mengarah ke arah Sarinah Utara masih bisa melintas.
“Kita sementara siapkan pengalihan di Medan Merdeka Selatan. Kami upayakan (massa) tidak sampai ke Kementerian Perhubungan. Kalaupun ke Kementerian Perhubungan, sebaiknya hanya perwakilan saja dari teman-teman ojol (ojek online/daring) yang nantinya diterima,” kata dia.
Pengalihan arus lalu lintas juga dilakukan di sekitar kawasan DPR/MPR Jakarta Pusat, yakni di pojokan Ladokgi dan Bundaran Semanggi, agar tidak menimbulkan kemacetan lebih panjang.
Dia mengatakan, pengemudi ojek daring diminta menyampaikan tuntutannya secara tertib dan petugas telah menyiapkan pengawalan bagi massa dari titik kumpul Markas Garda di Senen.
“Kita juga melakukan pengawalan kepada teman-teman ojol yang bergerak dari Markas Garda di Senen. Kita siapkan tim Mandala, dari titik kumpul untuk mengawal massa sampai lokasi penyampaian,” katanya.
*(Redemptus Elyonai Risky Syukur/ANTARA)











