SEMARANG. DMKtv,- Universitas Diponegoro (Undip) Semarang memberikan pelayanan kepada enam penyandang disabilitas yang menjadi peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.
Wakil Ketua Pengembangan Pendidikan Lembaga Pengembangan dan Penjamin Mutu Pendidikan (LP2MP) Undip, Prof Dr Paramita Prananingtyas di Semarang, Selasa, menegaskan komitmennya dalam melaksanakan layanan inklusif.
Ia menjelaskan enam penyandang disabilitas yang menjadi peserta UTBK-SNBT Undip tahun ini, terdiri atas tiga penyandang tunadaksa dan tiga penyandang tunarungu.
Menurut dia, Undip telah menyiapkan dukungan dan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta, sehingga seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan lebih optimal.
“Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh peserta, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang setara dan aksesibilitas yang memadai dalam menempuh ujian,” katanya.
Pendampingan dilakukan secara proporsional guna menjaga integritas ujian sekaligus kenyamanan para peserta berkebutuhan khusus selama proses seleksi berlangsung.
Sebagai bagian dari upaya optimalisasi layanan, kata dia, Undip telah memetakan lokasi ujian yang ramah disabilitas, seperti penggunaan gedung yang dilengkapi fasilitas lift dan ruang ujian yang adaptif.
Ia mengatakan penempatan lokasi peserta dilakukan secara strategis, di antaranya di Fakultas Hukum yang memiliki infrastruktur lift dan area duduk yang dapat disesuaikan untuk menunjang kebutuhan mobilitas peserta tunadaksa.
Seluruh prosedur pelayanan, kata dia, telah disusun agar sejalan dengan standar nasional tanpa mengurangi ketegasan pengawasan.
Ia menekankan bahwa Undip memberikan perhatian serius terhadap detail teknis di lapangan guna meminimalisasi kendala fisik bagi peserta.
Paramita mengatakan bahwa upaya tersebut membuktikan bahwa kampus tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga pada aspek kemanusiaan dan keadilan akses pendidikan bagi masyarakat luas.
“Alhamdulillah, para peserta disabilitas tersebut juga merasa cukup puas dengan fasilitas yang disediakan oleh Undip. Kami telah mempersiapkan dan menyesuaikan fasilitas kami dengan keperluan para peserta disabilitas tersebut secara maksimal,” katanya.
Dengan memberikan layanan khusus, kata dia, Undip tetap memberlakukan protokol keamanan dan pemeriksaan yang ketat bagi seluruh peserta, termasuk penggunaan metal detektor untuk mencegah segala bentuk kecurangan.
“Hal ini dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh panitia pusat guna menjaga kredibilitas hasil ujian,” katanya.
Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di Undip diikuti sebanyak 23.933 peserta yang berlangsung pada 21-29 April 2026 di berbagai lokasi di kampus Undip Tembalang maupun Pleburan.
*(Zuhdiar Laeis/ANTARA)











