Trump Ancam Serang Iran lagi jika Kesepakatan Damai tak Dipatuhi

TOKYO. DMKtv,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pihaknya akan kembali menyerang Iran jika Teheran tidak sepenuhnya mematuhi kesepakatan damai yang baru-baru ini diteken kedua pihak.

Dalam pertemuan kelompok G7 di Prancis, Rabu, Trump menekankan bahwa nota kesepahaman perdamaian AS-Iran, yang mengatur penghentian permusuhan dan pembukaan Selat Hormuz, masih belum final.

“Jika saya tak menghendakinya, kami akan kembali menembaki mereka, menjatuhkan bom di atas kepala mereka,” kata Trump menjelang pertemuannya dengan Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi di sela-sela pertemuan G7.

“Jika mereka tak bersikap baik, kami akan menjatuhkan bom yang langsung menghantam kepala mereka,” ucap Presiden AS itu.

AS dan Iran mengatakan memorandum perdamaian tersebut akan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari ke depan untuk memberi kesempatan kedua pihak merundingkan kesepakatan akhir yang akan secara resmi mengakhiri perang.

Memorandum yang diumumkan pada Ahad tersebut juga mencantumkan syarat agar AS mengakhiri blokade laut sejak April terhadap semua kapal yang hendak keluar masuk dari pelabuhan di Iran.

Menyusul berakhirnya KTT G7 selama tiga hari di kota resor Evian-les-Bains di kaki Gunung Alpen, Trump berbicara selama satu jam lebih dalam sebuah konferensi pers, di mana ia menyatakan kebanggaannya karena mencapai kesepakatan yang akan ditandatangani di Swiss pada Jumat (19/6).

Trump mengatakan dia telah membeberkan rincian memorandum tersebut kepada para pemimpin yang hadir dalam KTT G7, dan respons mereka sangat baik.

Memorandum 14 poin yang dirilis pada Rabu tersebut menyatakan bahwa nasib program nuklir, pencabutan sanksi, dan isu-isu lainnya terkait Iran akan dibahas dalam negosiasi mendatang.

Bersama Israel, AS melancarkan perang terhadap Iran pada pertengahan Februari, dengan Trump mengeklaim tujuan utamanya menyerang Iran adalah untuk mencegah Teheran memiliki senjata nuklir.

Tetapi, dalam konferensi pers pada Rabu, Trump mengakui bahwa dampak ekonomi yang sangat besar dari perang tersebut memaksanya untuk segera mengakhiri serangan.

“Saya tak ingin bencana ekonomi terjadi,” kata dia.

Trump, yang mengumumkan tercapainya kesepakatan AS-Iran tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-80, juga mengapresiasi Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping karena tetap “netral” saat Washington dan Teheran berseteru.

“Mereka bisa saja mempersulit kami,” kata Trump soal negosiasi untuk mencapai kesepakatan damai.

Ia pun kembali memperingatkan bahwa jika kesepakatan akhir tak tercapai dalam waktu 60 hari, pihaknya akan kembali melancarkan serangan ke Iran.

*(Kyodo/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini