Resmikan LNG Masela secara Virtual, Prabowo Janji segera Kunjungi Maluku

JAKARTA. DMKtv,- Presiden Prabowo Subianto berjanji segera mengunjungi Maluku lantaran meresmikan peletakan batu pertama atau groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela secara virtual dari Istana Merdeka, bukan menghadirinya secara langsung.

“Saya minta maaf, tadinya saya ingin hadir langsung, tapi karena ada berbagai acara yang tidak bisa saya tinggalkan di pusat, terpaksa saya hadir melalui video conference ini. Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada saudara-saudara sekalian,” kata Prabowo saat peresmian yang dilakukannya di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.

Presiden mengatakan ketidakhadirannya secara langsung di Kabupaten Kepulauan Tanimbar bukan berarti mengurangi perhatian pemerintah terhadap masyarakat Maluku.

Prabowo menyatakan memiliki tanggung jawab untuk memenuhi keinginannya berkunjung ke daerah tersebut.

“Dan tentunya ini merupakan utang saya kepada masyarakat Maluku dan kabupaten-kabupaten tersebut. Insyaallah saya akan melunasi utang tersebut dalam waktu yang tidak lama lagi,” katanya.

Prabowo mengatakan pembangunan bangsa merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan kerja keras serta persatuan seluruh elemen masyarakat.

Menurut Kepala Negara, proyek strategis nasional gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) Abadi Masela menjadi bagian penting dari upaya tersebut.

Presiden menambahkan pembangunan proyek tersebut merupakan langkah penting setelah penantian yang berlangsung selama puluhan tahun.

Oleh karena itu, Presiden meminta proses pembangunan proyek migas itu tidak mengalami hambatan.

“Proyek ini hampir tiga dekade, tiga dasawarsa kita tunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan dan pembangunan tidak boleh terhambat. Harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya,” katanya.

Proyek LNG Abadi Masela dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd. bersama Pertamina dan Petronas dengan nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar AS.

Proyek tersebut dirancang memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari.

Pemerintah memproyeksikan proyek tersebut menjadi salah satu pusat industri energi terbesar di Indonesia timur.

Selain memperkuat ketahanan energi nasional, proyek itu juga diharapkan mendorong pertumbuhan industri pendukung, memperluas peluang usaha bagi UMKM, dan membuka lapangan kerja dengan mengutamakan tenaga kerja lokal di Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

*(Bagoes Aryo Bimantoro/Aditya Ramadhan/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini