JAKARTA. DMKtv,- Presiden Prabowo Subianto memuji Chief Executive Officer (CEO) INPEX Masela Takayuki Ueda yang mempelajari bahasa Indonesia dan menyatakan keyakinannya proyek LNG Abadi Masela akan membawa manfaat bagi Indonesia.
“Saya juga ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan khusus untuk CEO dari INPEX Masela, Saudara Takayuki Ueda. Saya terkesan bahwa Saudara bisa bahasa Indonesia,” kata Prabowo saat meresmikan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.
Sebelum Presiden Prabowo menyampaikan pidatonya dalam acara peresmian proyek strategis tersebut, Ueda mengawali laporannya kepada Presiden dengan menggunakan bahasa Indonesia. Ueda membaca catatan teks pidato menggunakan bahasa Indonesia dengan dialek Jepang yang kental, sebelum akhirnya menyelesaikan sebagian besar laporan dengan bahasa Inggris.
Prabowo mengatakan tidak banyak pimpinan perusahaan asing yang bersedia mempelajari bahasa Indonesia. Menurut dia, hal tersebut menunjukkan penghargaan terhadap Indonesia sebagai negara mitra.
“Terima kasih INPEX menunjuk orang seperti Takayuki Ueda ini. Saya lihat tidak banyak CEO perusahaan asing yang mau belajar bahasa Indonesia,” kata Presiden.
Prabowo mengaku optimistis kepemimpinan Takayuki Ueda akan membawa proyek LNG Abadi Masela berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi semua pihak.
“Terima kasih Takayuki Ueda. Saya percaya dengan Anda memimpin proyek ini insyaallah proyek ini akan berhasil membawa manfaat untuk kita semua,” kata Prabowo.
Ia juga mengapresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan proyek tersebut, termasuk mitra dari Jepang melalui INPEX, Petronas dari Malaysia serta Pertamina sebagai perusahaan energi nasional.
Prabowo mengatakan pemerintah menginginkan kerja sama investasi berlangsung atas dasar saling menguntungkan. Menurut dia, investor perlu memperoleh keuntungan, namun proyek juga harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia.
Proyek LNG Abadi Masela dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd. bersama Pertamina dan Petronas dengan nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar AS.
Pemerintah memproyeksikan proyek tersebut menjadi salah satu pusat industri energi terbesar di Indonesia timur sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
*(Aditya Ramadhan/ANTARA)











