Profil dan Rekam Jejak Ibnu Sutowo Pemilik Hotel Sultan, Tokoh Militer dan Bos PT Indobuildco

JAKARTA. DMKtv,- Profil dan rejam jejak Ibnu Sutowo yang disebut pemilik Hotel Sultan Jakarta tengah menjadi perhatian publik.

Sosoknya mendadak disorot setelah eksekusi lahan Hotel Sultan di Jalan Gatot Subroto, RT 02/RW 01, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis, 18 Juni 2026 berakhir ricuh.

Ibnu Sutowo merupakan mantan Direktur Utama Pertamina yang membangun Hotel Sultan melalui PT Indobuildco dan kini dikelola oleh putranya Pontjo Sutowo.

Polemik sengketa pengelolaan Hotel Sultan Jakarta telah bergulir sejak lama.

Hotel yang sebelumnya bernama Hotel Hilton mengalami kasus sengketa yang berawal dari kebijakan pemerintah di akhir 1950-an hingga awal 1960-an saat negara membebaskan lahan di kawasan Senayan untuk pembangunan kompleks olahraga Asian Games 1962.

Lahan tersebut dikelola negara melalui Hak Pengelolaan Lahan (HPL) di bawah Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK).

Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara dan PPKGBK mengajukan permohonan eksekusi ke Pengadilan negara Jakarta Pusat pada Februari 2026 dan dikabulkan.

Sebanyak 3.161 personel gabungan dikerahkan oleh TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk pengamanan.

“Untuk pengamanan eksekusi eks Hotel Sultan, jumlah pam 3.161 personel,” kata Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri dalam keterangannya.

Saat eksekusi berlangsung, terjadi kericuhan. Massa melakukan aksi protes terhadap pengosongan hingga terjadi dorong-dorongan dan pelemparan benda ke arah petugas.

Bahkan aparat sempat menyemprotkan water cannon ke massa.

Profil Ibnu Sutowo Pemilik Hotel Sultan

Ibnu Sutowo lahir di Cepu, Hindia Belanda, 23 September 1914.

Sosoknya berpengaruh pada masa Orde Baru, saat pemerintahan Presiden Soeharto.

Ibnu juga dikenal sebagai tokoh militr, dokter, sekaligus pengusaha dengan latar belakang keluarga yang memiliki posisi sosial cukup tinggi.

Ayahnya menjabat sebagai wedana Grobogan, Jawa Tengah.

Ibnu Sutowo menempuh pendidikan dasar di ELS (Europesche Lagere School).

Pendidikan menengahnya dilanjutkan di Yogyakarta sebelum masuk ek Nederlands Indische Artsen School (NIAS) untuk mempelajari ilmu kedokteran.

Pada tahun 1940, Ibnu bertigas sebagai dokter pemberantasan malaria di Batavia, lalu dipindahkan ke Rumah Sakit Plaju, Palembang.

Dedikasnya di berbagai wilayah Indonesia membuat kariernya berkembang pesat.

Bahkan, Ibnu Sutowo diangkat menjadi Kepala Rumah Sakit Umum Palembang pada tahun 1945.

Rekam Jejak dan Karier Ibnu Sutowo Pemilik Hotel Sultan

Selain sebagai dokter, Ibnu juga mengabdikan dirinya sebagai anggota militer.

Ia bergabung dengan TRI Darat yang saat ini dikenal sebagai TNI Angkatan Darat (AD).

Pada tahun 1946 setelah Indonesia Merdeka, Ibnu bergabung sebagai dokter tentara di Sumatera.

Tercatat ia pernah menduduki jabatan Kepala Jawatan Kesehatan Tentara VIII/Garuda di Sumatera Selatan.

Perjalanan kariernya mengalami titik balik pada 1957 saat Kepala Staf Angkatan Darat Letjen AH Nasution menggulirkan kebijakan dwifungsi ABRI.

Ibnu ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Permina (Perusahaan Minyak Nasional) yang saat ini bernama Pertamina.

Sejak saat itu, Ibnu Sutowo menjalani peran ganda sebagai perwira militer aktif sekaligus pengelola perusahaan minyak negara.

Pada tahun 1966, Ibnu dipercaya Soeharto menjabat sebagai Menteri Urusan Minyak dan Gas Bumi, serta Menteri Migas pada tahun 1967.

Setahun berselang pada tahun 1968 sebagai Direktur PT Pertamina dan menduduki jabatan hingga 1976.

Di bawah kepemimpinannya, Pertamina dinilai mengalami kemajuan pesat, terutama memulai penerapan skema production sharing dalam industri minyak nasional.

Perusahaan mengalami keuntungan  yang melonjak saat harga minyak dunia meroket hingga 400 persen pada 1973.

Di balik pencapaiannya, terdapat kontroversi. Perusahaan disebut memiliki keleluasaan bergerak tanpa sepengetahuan pemerintah maupun DPR, termasuk membiayai sejumlah proyek yang berada di luar perencanaan Bappenas.

Di tahun yang sama, Ibnu Sutowo mendirikan perusahaan swasta PT Indobuildco sebagai pengelola hotel yang berdiri di atas lahan negara bernama Hotel Sultan.

Ibnu Sutowo wafat pada Januari 2001 di Rumah Sakit Pusat Pertamina.

*(Adinda Salsabila/DISWAY.ID)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini