Presiden Pimpin Rapat Penanganan Karhutla Tiga Provinsi di Sumatera

PALEMBANG. DMKtv,- Presiden RI Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla untuk tiga lokasi sekaligus, yakni di Provinsi Sumatera Selatan, Jambi, dan Lampung, yang dilaksanakan melalui sambungan video jarak jauh dari Palembang, Sumsel, Senin.

Berdasarkan siaran resmi Sekretariat Presiden yang dipantau dari Jakarta, rapat berlangsung di Posko Aju Penanggulangan Karhutla Provinsi Sumatera Selatan dan dibuka Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, sebelum kendali rapat diambil alih Presiden Prabowo.

Rapat turut dihadiri sejumlah menteri, Panglima TNI, Kapolri, Kepala Badan Intelijen Negara, Kepala Staf Angkatan Darat, serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumsel, termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel, Pangdam, Kapolda, dan Kajati setempat.

Sementara itu, Gubernur, Kapolda, dan Pangdam dari Provinsi Jambi serta Lampung bergabung secara daring di bagian akhir rapat.

Pada kesempatan itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel diminta memberikan penjelasan mengenai kondisi terkini penanganan karhutla di wilayahnya.

Presiden Prabowo meminta penambahan pembangunan sumur bor dan sekat kanal di wilayah gambut sebagai langkah pencegahan, dengan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) agar infrastruktur itu turut bisa dimanfaatkan masyarakat, termasuk untuk budi daya ikan.

“Gambut ini ternyata tidak terlalu sulit untuk membor mencari air,” kata Prabowo.

Presiden juga mendorong perluasan operasi modifikasi cuaca guna membasahi lahan gambut yang rawan terbakar, seraya mengingatkan jajaran untuk tetap waspada menghadapi fenomena El Nino yang diperkirakan memperpanjang musim kemarau tahun ini.

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, tercatat 2.894 titik panas yang tersebar pada 10 provinsi di Sumatera, dengan konsentrasi tertinggi di Sumsel sebanyak 1.410 titik, disusul Riau 480 titik dan Jambi 425 titik.

Luas lahan yang terbakar di seluruh Sumatera sepanjang tahun 2026 mencapai 36.047,64 hektare.

Kualitas udara di sejumlah wilayah turut memburuk, dengan indeks kualitas udara Pekanbaru mencapai 225 atau kategori sangat tidak sehat, sementara Jambi dan Palembang masing-masing berada pada angka 187 dan 180.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Sumatera merupakan kelanjutan dari peninjauan karhutla yang sebelumnya dilakukan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Pemerintah menetapkan enam provinsi sebagai wilayah prioritas penanganan karhutla, yaitu Riau, Jambi, Sumsel, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Presiden Prabowo memimpin rapat di Posko Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Palembang usai sebelumnya melaksanakan rapat di Pekanbaru, Riau, pada Senin pagi.

*(Aditya Ramadhan/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini