Pram Sebut “Groundbreaking” Proyek MRT Timur-Barat Dilakukan Tahun ini

JAKARTA. DMKtv,- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek MRT Jakarta untuk Timur ke Barat (East-West) akan dilakukan mulai tahun ini, oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Untuk Jakarta Barat, kita akan kembangkan yang dari Barat ke Timur menggunakan MRT. Tahun ini, mudah-mudahan bisa di-groundbreaking oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto,” kata Pramono dalam konferensi pers usai peresmian LRT Jakarta di Stasiun LRT Manggarai, Rabu.

Menurut pria yang akrab disapa Pram itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menggarap proyek tersebut, dan akan dikembangkan sesuai dengan proyek yang saat ini beroperasi dari Lebak Bulus ke Bundaran HI.

“Tadi, kami sudah mendiskusikan juga dengan pemerintah pusat mengenai share, berapa yang perlu di-share atau dibagi antara pemerintah pusat dengan Pemerintah Jakarta. Prinsipnya, melanjutkan apa yang sudah diatur di dalam MRT dari Utara ke Selatan,” ungkap Pramono.

Proyek MRT Jakarta East-West Line (Lintas Timur-Barat) direncanakan membentang dari Banten, melewati DKI Jakarta, hingga ke Bekasi, Jawa Barat.

Pada fase 1 tahap 1, rute tersebut membentang dari Tomang, Jakarta Barat hingga Medan Satria, Bekasi.

Perpanjangan jalur dari Jakarta hingga ke Bekasi dan Tangerang sudah termuat dalam rencana MRT lintas Timur-Barat.

Rencana pembangunan itu sudah masuk dalam daftar proyek strategis nasional (PSN), berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025.

Ujung barat layanan MRT akan berhenti di Balaraja, sementara di ujung Timur, moda transportasi kereta itu akan berakhir di Cikarang. Sepanjang jalur tersebut, rencananya akan ada 48 stasiun dan tiga depo MRT Jakarta.

*(Lifia Mawaddah Putri/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini