ISTANBUL. DMKtv,- Arab Saudi pada Selasa mengatakan keamanan, keutuhan wilayah, dan kemampuan pertahanannya merupakan “prinsip tegas yang tidak dapat dikompromikan”, dan menegaskan bahwa haknya untuk membela diri dan melindungi kedaulatan telah “ditetapkan”.
Pernyataan tersebut disampaikan pada akhir rapat Kabinet yang dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman, menurut kantor berita Arab Saudi, SPA.
Kabinet mengecam “serangan tercela dan disengaja yang terus dilakukan milisi teroris Houthi” terhadap warga sipil dan objek sipil di Arab Saudi.
“Keamanan Arab Saudi, keselamatan wilayah dan sumber dayanya merupakan prinsip tegas yang tidak dapat dikompromikan,” kata Kabinet.
Kabinet juga menegaskan bahwa kerajaan berhak secara sah membela diri serta melindungi kedaulatan, warga negara, penduduk, dan objek vital Arab Saudi sesuai dengan Piagam PBB dan hukum internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya serangan Houthi dari Yaman terhadap Arab Saudi.
Juru Bicara Koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, Turki Al-Maliki, mengatakan pada Selasa bahwa sebanyak 13 warga sipil terluka dalam serangan Houthi yang menargetkan Khamis Mushait, Abha, dan Taif di wilayah barat daya negara tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, Houthi memperluas kendali atas garis pantai Laut Merah Yaman, termasuk Pulau Mayyun di Selat Bab El-Mandab.
Yaman telah dilanda perang sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014, yang mendorong koalisi Arab pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
*(Anadolu/ANTARA)











