Prabowo Sampaikan Alasan Baru Tinjau Lokasi Gempa Flores

KUPANG, NTT. DMKtv,- Presiden Prabowo Subianto mengatakan dirinya sengaja baru datang meninjau lokasi bencana gempa bumi di Mbay, Kabupaten Nagekeo pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur karena ingin memberikan kesempatan kepada instansi lain untuk melayani warga terdampak.

“Memang sengaja, diawal-awal gempa saya tidak datang, karena saya mau berikan kesempatan kepada semua instansi untuk melayani rakyat secara langsung,” katanya saat menggelar rapat koordinasi di Nagekeo, Rabu.

Hal ini disampaikan Presiden saat melakukan kunjungan kerja ke Flores untuk meninjau para korban gempa di daerah tersebut.

Dia mengatakan jika dirinya datang pada beberapa hari pascagempa, semua konsentrasi akan terpecah, karena banyak pejabat daerah harus menjemput pejabat dari pusat.

“Dan ini ada kecenderungan mengalihkan fokus,” ujar Prabowo.

Prabowo menjelaskan, walaupun dirinya tidak datang sejak awal, namun dirinya selalu memantau dan memonitor dari Jakarta terkait perkembangan gempa di Flores.

Dia menyampaikan terima kasihnya kepada semua pihak yang sudah bekerja keras dan bereaksi cepat menangani bencana gempa di Flores.

BNPB mencatat sampai Selasa (25/8) jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 terjadi di wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8), pukul 05.58 WITA, bertambah menjadi 103 jiwa.

Rinciannya 41 korban jiwa di Kabupaten Manggarai, 34 korban di Manggarai Timur, 13 korban di Nagekeo, 6 korban di Sikka, 5 korban di Ngada, 3 korban di Ende, dan 1 korban di Manggarai Barat.

Berdasarkan jenis kelamin, korban meninggal dunia 45 persen laki-laki dan 55 persen perempuan. Kemudian berdasarkan kelompok usia, korban jiwa terdiri atas 45 persen lansia, 37 persen dewasa, 12 persen anak dan remaja, serta sisanya merupakan balita dan batita.

Sementara korban luka-luka, BNPB mencatat terdapat sebanyak 1.666 orang.

Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, yakni 239 orang mengalami luka berat dan 404 orang mengalami luka ringan.

Pemutakhiran data korban terus dilakukan oleh BNPB seiring dengan adanya laporan tambahan dari wilayah terdampak gempa.

*(Kornelis Kaha/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini