JAKARTA. DMKtv,- Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi sepakat melanjutkan dukungan bagi pemulihan dan rekonstruksi Gaza serta mendorong perdamaian dan terwujudnya negara Palestina.
“Indonesia dan Mesir sepakat melanjutkan kontribusi untuk mendorong proses perdamaian dan segera memberikan bantuan kemanusiaan bagi Palestina, termasuk pemulihan dan rekonstruksi Gaza,” kata Prabowo dalam pernyataan bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu.
Prabowo mengatakan kedua negara berkomitmen mendorong penyelesaian konflik Palestina secara damai serta mendukung upaya meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Dalam pertemuan tersebut, kedua kepala negara juga bertukar pandangan mengenai isu global dan regional serta menekankan pentingnya koordinasi, konsultasi, dan kerja sama dalam menghadapi dinamika internasional.
Terkait Palestina, Prabowo menyampaikan keprihatinan atas kekerasan dan berbagai tindakan yang berdampak terhadap masyarakat sipil. Indonesia dan Mesir juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia.
“Kami berdua sangat prihatin atas kekerasan, pelanggaran hukum internasional, operasi militer Israel, tindakan provokatif, serta tindakan yang melanggar hak asasi manusia dan penggunaan kekerasan secara berlebihan yang mengakibatkan korban dari kalangan masyarakat sipil,” kata Prabowo.
Prabowo juga mengecam pembangunan permukiman ilegal Israel yang dinilai semakin memperburuk situasi di kawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa solusi dua negara merupakan jalan untuk mewujudkan perdamaian.
Indonesia, lanjut Prabowo, berkomitmen penuh mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan hidup dalam perdamaian.
Mengenai situasi Timur Tengah, Prabowo mengatakan Indonesia dan Mesir prihatin atas eskalasi konflik yang mengancam keselamatan masyarakat sipil serta stabilitas kawasan.
“Kami terus mendorong deeskalasi, pengendalian diri, penghormatan terhadap kedaulatan dan hukum internasional sesuai dengan Piagam PBB, serta menekankan pentingnya dialog dan diplomasi,” kata Prabowo.
*(Prisca Triferna Violleta/ANTARA)











