ANKARA, TURKI. DMKtv,- Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memperingatkan bahwa serangan terbaru kelompok Houthi terhadap Bandara Riyadh menandai “eskalasi berbahaya” dan menyebut serangan tersebut sebagai yang paling mematikan terhadap fasilitas itu sejauh ini.
“Serangan Houthi paling mematikan sejauh ini terhadap Bandara Riyadh menandai eskalasi berbahaya,” kata von der Leyen melalui platform media sosial X pada Minggu.
“Doa kami bersama para korban dan keluarga mereka,” ucapnya, seraya menyampaikan solidaritas kepada Arab Saudi dan rakyatnya.
Von der Leyen memperingatkan bahwa serangkaian serangan tersebut berkontribusi pada meningkatnya ketidakstabilan di kawasan.
“Serangan yang dilakukan oleh proksi Iran ini mendorong kawasan tersebut ke dalam pusaran kekerasan,” katanya.
Ia juga menyoroti dampak yang lebih luas terhadap transportasi internasional dan infrastruktur energi.
“Serangan-serangan tersebut mengganggu simpul-simpul penting transportasi dan energi global, serta menimbulkan dampak berantai yang dirasakan di seluruh dunia,” tambahnya.
Presiden komisi itu turut menyerukan penghentian segera kekerasan yang menyasar warga sipil.
Menurut otoritas penerbangan sipil Arab Saudi, serangan terhadap bandara di Riyadh menewaskan empat warga Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.
Para korban luka sedang menjalani perawatan di rumah sakit, dengan beberapa di antaranya berada dalam kondisi kritis.
Otoritas penerbangan sebelumnya menyatakan bahwa operasional bandara dihentikan sementara setelah serangan tersebut sembari pejabat terkait menilai kerusakan dan memastikan keamanan fasilitas bandara.
Penghentian operasional itu mengganggu penerbangan. Para penumpang diimbau untuk memeriksa informasi dari maskapai masing-masing sebelum menuju bandara.
Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan akibat serangan rudal dan pesawat nirawak oleh kelompok Houthi terhadap sejumlah bandara dan fasilitas di Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir.
*(Anadolu/ANTARA)











