JAKARTA. DMKtv,- Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan Perdana Menteri India Narendra Modi akan mengunjungi Candi Prambanan dan menandatangani sejumlah nota kesepahaman selama kunjungan kenegaraannya ke Indonesia.
Sugiono mengatakan agenda kunjungan Modi diawali dengan pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka yang dilanjutkan dengan pertemuan empat mata, pertemuan bilateral, dan jamuan kenegaraan di Istana Negara.
“Kemudian seperti biasa ada pertemuan empat mata dan dilanjutkan dengan pertemuan bilateral. Kemudian juga acara resmi ditutup dengan state banquet di Istana Negara,” kata Sugiono usai menyambut kedatangan Modi di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan Modi juga dijadwalkan mengunjungi Candi Prambanan sebagai bagian dari kerja sama Indonesia dan India dalam upaya pemugaran atau restorasi candi tersebut.
“Beliau berencana untuk mengunjungi Candi Prambanan, karena salah satu dari kesepakatan yang diraih antara Indonesia dan India adalah upaya untuk melakukan pemugaran atau restorasi dari Candi Prambanan,” ujar Sugiono.
Selain itu, Indonesia dan India akan menandatangani sejumlah kesepakatan dan nota kesepahaman di berbagai bidang, termasuk kesehatan dan pengembangan teknologi.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyambut kedatangan Modi di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin sore, untuk memulai kunjungan kenegaraan selama dua hari di Indonesia.
Selama kunjungannya, Modi dijadwalkan berada di Indonesia selama dua malam dengan agenda di Jakarta dan Yogyakarta.
Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty mengatakan kunjungan Modi difokuskan pada penguatan sejumlah pilar kerja sama strategis antara kedua negara.
“Kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi kali ini akan difokuskan pada penguatan sejumlah pilar kerja sama,” kata Chakravorty dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (3/7).
Menurut dia, pembahasan akan mencakup kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan, perdagangan dan investasi, ketahanan pangan, ketahanan energi, hilirisasi, pengembangan mineral kritis, serta peningkatan kapasitas di bidang kesehatan dan pendidikan.
*(Prisca Triferna Violleta/ANTARA)











