PM Wong Konsultasi ke Indonesia terkait Keketuaan ASEAN Singapura

JAKARTA. DMKtv,- Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong akan mengonsultasikan agenda Keketuaan ASEAN negaranya secara erat kepada Indonesia demi memperkuat pilar sentralitas organisasi kawasan tersebut.

“Tahun depan, saat Singapura bersiap untuk memegang Keketuaan ASEAN, kami akan melibatkan dan berkonsultasi secara erat dengan Indonesia untuk merumuskan agenda tahun keketuaan kami,” kata PM Wong saat memberikan keterangan pers usai pertemuan bilateral Leaders’ Retreat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

Langkah konsultasi intensif ini sengaja diambil oleh pemerintah Singapura guna menyelaraskan visi strategis regional bersama Indonesia menjelang peralihan kepemimpinan serah terima keketuaan.

“Kami sepakat mengenai pentingnya ASEAN dan Sentralitas ASEAN,” ujar PM Wong menjelaskan prinsip dasar yang disepakati oleh kedua negara tetangga dekat tersebut.

Ia mengatakan masa depan Indonesia berkaitan erat dengan stabilitas dan daya saing ekonomi Asia Tenggara sehingga kedua negara perlu terus memperkuat kerja sama regional.

Selain membahas kemitraan di lingkup ASEAN, kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi di Timur Tengah yang berdampak terhadap rantai logistik global.

Wong mengatakan kedua negara memiliki kepentingan bersama untuk menjaga hak navigasi, keterbukaan, dan keamanan jalur komunikasi laut internasional, termasuk di Selat Malaka.

Di bidang ekonomi, Singapura menegaskan komitmennya untuk terus memperluas investasi di Indonesia, antara lain melalui pengembangan Kawasan Industri Kendal seluas 1.000 hektare serta transformasi pusat ekonomi digital di Batam, Bintan, dan Karimun (BBK).

Kedua negara juga mendorong pembangunan pembangkit listrik tenaga surya skala besar di Morowali, Sulawesi Tengah, yang didukung nota kesepahaman antara Danantara dengan Keppel Electric, Sembcorp Industries, dan Singapore Energy Interconnections untuk perdagangan energi lintas batas.

Kerja sama antarmasyarakat turut diperkuat melalui pelaksanaan Program Sekolah Garuda dan pembukaan rute penerbangan langsung Singapura-Pontianak.

Di sektor pertahanan, Indonesia dan Singapura melanjutkan penguatan kerja sama antara TNI dan Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) melalui rencana pengembangan fasilitas pelatihan bersama di Baturaja dan Siabu Air Weapons Range.

*(Aditya Ramadhan/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini