Pengamat Nilai Reformasi Kultural Kunci Reformasi Polri

JAKARTA. DMKtv,- Pengamat politik senior Hermawan Sulistyo, menilai langkah paling penting dalam reformasi Polri terletak pada perubahan kultur karena dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat.

“Langkah-langkah terpenting bagi Polri adalah pada sektor reformasi kultural. Perubahan kultur akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Hermawan kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Ia menilai keberadaan personel Polri di dalam tim reformasi tidak akan mengurangi efektivitas kerja, sebab kualitas sumber daya manusia Polri saat ini dinilai semakin meningkat.

Menurut dia, Polri kini memiliki banyak perwira berpendidikan tinggi, termasuk lulusan luar negeri dan sekitar 150 doktor (S3). Kehadiran mereka diharapkan dapat membawa napas segar dalam mendorong transformasi Polri, khususnya di sektor kultural.

“Meskipun banyak anggota Polri di dalam tim reformasi, tetap saja masih bisa efektif. Karena sekarang sudah banyak perwira Polri yang berpendidikan tinggi di luar negeri,” ujarnya.

Hermawan juga menilai koordinasi internal Polri yang sudah ada sudah cukup baik dan tidak menjadi hambatan dalam pelaksanaan reformasi ini.

Ia menekankan, perubahan kultur kepolisian harus menyentuh aspek gaya hidup aparat agar tidak menimbulkan jarak dengan masyarakat.

“Menjadi kaya adalah hak setiap warga negara. Tetapi kekayaan itu harus diperoleh dengan cara-cara yang wajar. Polisi tidak boleh hedonis dan flexing. Akan ada sanksi yang keras,” tegasnya.

Menurut Hermawan, Polri harus menampilkan sikap sebagai pengayom berjiwa penolong, rendah hati, dan hidup sederhana.

Reformasi Polri menjadi salah satu agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya membentuk Komite Reformasi Kepolisian dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri, meningkatkan integritas aparat, serta memastikan kepolisian semakin modern dan responsif menghadapi tantangan keamanan.

“Semua itu (reformasi Polri) akan berhasil jika ada kontrol masyarakat. Masyarakat harus berperan aktif untuk mengawasi gaya hidup polisi,” katanya menambahkan.

*(Aria Ananda/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini