JAKARTA. DMKtv,- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibuka stagnan dan kokoh bertahan di posisi Rp17.980 per dolar AS pada perdagangan pagi ini.
Level stabil berhasil dipertahankan setelah pada penutupan perdagangan hari sebelumnya pada Kamis 16 Juli 2026, nilai mata uang Rupiah mencatatkan penguatan tajam sebesar 0,44 persen. Sebuah momentum positif yang sukses menyeret sekaligus mengunci posisi rupiah kembali ke bawah zona psikologis Rp18.000 per dolar USD.
Stabilitas nilai mata uang Rupiah di penghujung pekan ini diproyeksikan masih akan dibayangi oleh sentimen eksternal, khususnya fluktuasi indeks dolar AS di pasar global serta tensi geopolitik yang terus berkembang di Timur Tengah.
Bergerak relatif stabil pada perdagangan Jumat, posisinya secara mingguan justru berada di jalur pelemahan setelah rilis data inflasi AS yang mendingin di bawah ekspektasi pasar.
Pelambatan laju inflasi mendorong para pelaku pasar meredam spekulasi mereka terhadap potensi kenaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve mendorong para pelaku pasar meredam spekulasi mereka terhadap potensi kenaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve.
Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Juli yang kini tersisa 11 persen, anjlok signifikan dibandingkan posisi pekan lalu yang sempat menyentuh 25 persen.
Defensif pelaku pasar juga terlihat dari pemangkasan proyeksi pengetatan moneter hingga akhir tahun. Prediksi pergerakan nilai terhadap kenaikan suku bunga sekitar 26 basis poin hingga Desember. Hal ini menjadi kontras jika dibandingkan estimasi awal pekan yang masih bertengger di level 44 basis poin.
*(Bagoes Aryo Bimantoro)










