MANDALIKA. DMKtv,- Pembalap Ducati Lenovo Team Marc Marquez mengaku kesulitan menghadapi persaingan setelah finis keenam dalam MotoGP Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu.
Dia menyatakan dominasi duo pembalap Aprilia Racing yakni Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, serta Raul Fernandez dari SuperFile Trackhouse membuat persaingan sangat ketat.
“Kami harus senang dengan hasil ini, meski tentu saja kami selalu ingin lebih,” kata Marquez seusai wawancara setelah balapan.
Pembalap berumur 33 tahun itu menutup balapan sebanyak 27 lap di luar persaingan podium yang dikuasai Aprilia. Bezzecchi menang dengan catatan waktu 40 menit 46,582 detik, disusul Fernandez yang tertinggal 4,26 detik. Sedangkan Martin melengkapi podium di posisi ketiga dengan terpaut 6,89 detik kontra Bezzecchi.
Hasil tersebut mengakhiri kesuksesan Marquez saat memenangi Sprint Race pada Sabtu (10/10). Pembalap Spanyol itu memenangi edisi sprint, tetapi kesulitan mempertahankan daya saing dalam balapan utama.
Dia bahkan juga tertinggal dari Ai Ogura (SuperFile Trackhouse) dan Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) yang masing-masing menempati peringkat keempat dan kelima.
Marquez menambahkan, karakter lintasan dan tuntutan pengereman membuat sepeda motor Ducati sulit dimaksimalkan, terutama pada bagian yang membutuhkan perubahan arah serta akselerasi stop-and-go. Meski demikian, dia memilih menerima keterbatasan motor dan mengutamakan penyelesaian lomba semaksimal mungkin guna mengemas poin.
Sementara itu, kemenangan Bezzecchi mengubah persaingan gelar juara dunia musim 2026. Martin kembali merebut posisi teratas klasemen sementara setelah finis ketiga, sedangkan Marquez turun ke peringkat kedua dengan selisih dua angka atau 353 poin.
Aprilia juga berhasil mencatatkan sejarah melalui empat pembalapnya yang menguasai empat posisi terdepan. Berdasarkan jadwal penyelenggara, MotoGP berikutnya berlangsung di Phillip Island, Australia, pada 23-25 Oktober.
*(Donny Aditra/ANTARA)











