Ketua MPR Tegaskan Kritik tak boleh Digunakan untuk Robek Persatuan

JAKARTA. DMKtv,- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani menegaskan kritik tidak boleh digunakan untuk merobek persatuan, sebaliknya persatuan juga tidak boleh digunakan untuk meredam perbedaan pendapat.

Disebutkan bahwa persatuan harus dirawat dari hari ke hari melalui keadilan, keteladanan, dialog, dan rasa saling percaya.

“Karena itu, menjaga persatuan berarti menjaga keadilan,” ungkap Muzani saat menyampaikan pidato pengantar dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat.

Dalam falsafah Jawa, kata dia, seluruh pihak diingatkan untuk bersikap Nglurug Tanpo Bolo, Sekti Tanpo Aji-aji, Sugih Tanpo Bondho, Menang Tanpo Ngasorake.

Artinya, berjuang tanpa membawa massa, sakti tanpa jimat, kaya tanpa harta, dan menang tanpa merendahkan atau mempermalukan pihak lain.

Muzani mengingatkan kemenangan sejati bukan merupakan kemenangan yang meninggalkan luka pada saudara sebangsa.

Kemenangan sejati, lanjut dia, merupakan kemenangan yang tetap menjaga persaudaraan, tidak menghina, tidak merundung, dan tidak mempermalukan mereka yang berbeda pandangan.

“Pesan ini lah yang harus kita pegang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Dia mengharapkan seluruh pihak tidak boleh membiarkan ruang publik dipenuhi bahasa yang merendahkan martabat manusia.

Dengan begitu, kata dia, semua pihak tidak selayaknya membiarkan perbedaan politik merusak persahabatan, memecah keluarga, atau menanamkan kebencian di antara sesama anak bangsa.

Pada Jumat ini, MPR RI, DPR RI, dan DPD RI, menggelar Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI.

Kegiatan tersebut salah satunya beragendakan Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam rangka Penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain pidato, pemerintah juga akan menayangkan video capaian kinerja pemerintah.

Adapun, sidang tahunan ini merupakan agenda kenegaraan untuk menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang memiliki tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

*(Agatha Olivia Victoria/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini