Kesaksian Guru SDN Srengseng Sawah 15 terima Pesan Ancaman Bom

JAKARTA. DMKtv,- Salah satu guru SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan kesaksian menerima ancaman bom melalui pesan WhatsApp saat upacara hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Salah satu guru menerima pesan teror saat kami sedang melaksanakan upacara. Kami mengondisikan agar situasi tetap tenang,” kata Guru Kelas V SDN Srengseng Sawah 15, Subekhi kepada wartawan di lokasi, Jakarta, Senin.

Subekhi mengatakan ancaman tersebut diterima saat kegiatan upacara sedang berlangsung.

Menurutnya, pihak sekolah berupaya menjaga situasi tetap kondusif sambil melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT dan kepolisian.

“Sambil itu saya melapor kepada ketua RT dan Polsek. Kami juga mendapat imbauan dari kepolisian agar anak-anak tetap berada di lapangan dan tidak masuk ke kelas,” ucapnya.

Menyusul ancaman tersebut, pihak sekolah berkoordinasi dengan kepolisian dan mengamankan seluruh siswa di lapangan sekolah untuk dipulangkan.

“Setelah anak-anak pulang dan para guru keluar dari area sekolah, kami masih menunggu informasi lebih lanjut,” ucapnya.

Berdasarkan informasi yang diterima pihak sekolah, isi pesan ancaman menyebutkan adanya bom di beberapa titik di lingkungan sekolah itu.

Pesan ancaman tersebut diterima seorang pegawai tata usaha (TU) dan guru kelas 1 melalui aplikasi WhatsApp.

“Isi pesannya. Ada bom di beberapa titik di sekolah ini. Yang menerima pesan pegawai TU dan guru kelas 1,” kata dia.

Kepolisian telah menyisir dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin.

Polisi menerima laporan pukul 07.30 WIB. Diketahui saat itu siswa dan guru sedang melaksanakan upacara pada hari pertama MPLS.

Teror itu telah beredar di kalangan guru hingga akhirnya mereka memutuskan untuk melapor.

Nurma menambahkan para guru dan siswa sudah dievakuasi keluar dari sekolah.

Berdasarkan pantauan, tim penjinak bom (Jibom) Gegana dan Densus 88 Antiteror melakukan penyisiran di berbagai sudut bangunan.

Kemudian, ada juga petugas Dinas Perhubungan dan Dinas Gulkarmat DKI yang berjaga di sekitar lokasi.

*(Luthfia Miranda Putri/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini