JAKARTA. DMKtv,- Kementerian Sosial menggandeng Dewan Ekonomi Nasional (DEN) untuk mempercepat implementasi penyaluran bantuan sosial (bansos) secara digital.
“Insya Allah dengan digitalisasi bansos, sebagaimana harapan Presiden, (penyaluran) bansos kita akan tepat sasaran, diterima oleh mereka yang berhak,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta, Kamis.
Digitalisasi penyaluran bansos ini bertujuan agar penyaluran bantuan sosial bisa dilakukan lebih tepat sasaran.
“Inilah saya kira hal yang paling penting, di mana semua dimulai dari kejujuran dan keterbukaan data,” kata Saifullah Yusuf.
Ia mengatakan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang kemudian ditindaklanjuti dengan digitalisasi penyaluran bansos yang dimotori oleh DEN diharapkan bisa segera menghadirkan data kemiskinan yang lebih akurat.
Sementara Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa dalam mengembangkan digitalisasi penyaluran bansos ini, pihaknya didukung dengan teknologi kecerdasan buatan.
“Kita di-support dengan AI. Dan software-nya itu dibuat oleh putra-putri Indonesia. Saya bentuk tim kecil untuk membuat itu dan ternyata bisa,” kata Luhut Binsar Pandjaitan.
Saat ini, digitalisasi bansos telah mulai diterapkan di 42 kabupaten di Indonesia.
DEN masih terus melakukan evaluasi dan memperbaiki kekurangan penerapan digitalisasi bansos.
Nantinya, Presiden Prabowo Subianto akan dijadwalkan untuk meninjau pelaksanaan digitalisasi bansos di Banyuwangi, Surabaya, dan Bali.
“Presiden akan meninjau beberapa tempat. Kita usulkan tanggal 8-9 Juni ini di Banyuwangi, Surabaya, dan Bali. Dan Presiden akan melihat juga pendaftaran dan mengecek sendiri waktu sanggah dengan face recognition yang sudah kita praktikkan di Banyuwangi, dan ternyata sangat akurat,” kata Luhut Binsar Pandjaitan.
*(Anita Permata Dewi/ANTARA)











