India dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Pertanian Berkelanjutan

JAKARTA. DMKtv,- Perdana Menteri India Narendra Modi menyepakati peningkatan kerja sama pertanian dengan Indonesia melalui pengembangan pertanian berkelanjutan (sustainable farming) untuk memperkuat ketahanan pangan kedua negara.

“Kami juga akan menyuplai wheat seeds yang dikembangkan di India, dan ketahanan pangan Indonesia juga akan semakin kuat. Kami juga akan membagikan praktik-praktik baik dari sustainable farming dan agro-teknologi dengan satu sama lain,” kata Modi saat pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa.

Kerja sama tersebut menjadi salah satu fokus dalam pertemuan bilateral antara delegasi Indonesia dan India yang dipimpin langsung oleh kedua pemimpin negara.

Modi mengatakan India akan memasok benih gandum yang dikembangkan di negaranya serta berbagi pengalaman dan teknologi pertanian berkelanjutan untuk mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian.

India saat ini merupakan produsen susu dan rempah-rempah terbesar di dunia. Negara berpenduduk sekitar 1,47 miliar jiwa itu juga menjadi produsen beras, gandum, kacang-kacangan, kapas, dan tebu terbesar kedua di dunia.

Pemerintah India berkomitmen membagikan pengalaman, hasil riset, dan teknologi pertanian yang telah dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam pengembangan sektor pertanian, India berhasil mendorong keterlibatan generasi muda melalui pemanfaatan teknologi modern yang dipadukan dengan praktik pertanian konvensional.

Berbagai inovasi yang diterapkan antara lain pertanian cerdas berbasis kecerdasan artifisial (AI), Internet untuk Segala (Internet of Things/IoT), drone, dan sensor untuk memantau tanaman serta meningkatkan efisiensi irigasi.

Selain itu, perusahaan rintisan di India mengembangkan traktor otonom yang dapat dioperasikan melalui aplikasi pada telepon pintar untuk mendukung otomatisasi pertanian.

Menurut Modi, dukungan terhadap perusahaan rintisan dan pembiayaan sektor agroteknologi telah mendorong lebih banyak generasi muda kembali mengelola lahan pertanian dengan pendekatan yang lebih modern dan produktif.

*(Aditya Ramadhan, Maria Cicilia Galuh/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini