JAKARTA. DMKtv,- Presiden Prabowo Subianto memberikan “oleh-oleh” alat musik tradisional Jawa Barat berupa satu set angklung kepada Perdana Menteri India Narendra Modi dalam rangkaian acara kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang ada di sekitar Presiden Prabowo dan PM Modi saat penyerahan alat musik tersebut, menjelaskan angklung menjadi simbol persahabatan yang juga menunjukkan kekayaan budaya Indonesia.
“Di sela pertemuan, Presiden Prabowo memberikan oleh-oleh diplomasi berupa satu set angklung kepada PM Narendra Modi. Angklung, alat musik tradisional khas Jawa Barat menjadi simbol persahabatan sekaligus kekayaan budaya Indonesia,” kata Teddy saat dihubungi di Jakarta, Selasa malam.
Sesaat setelah mendengar langsung alunan lagu dari angklung, PM Modi langsung diajarkan cara memainkan alat musik tradisional itu.
Bersama Presiden Prabowo, PM Modi pun langsung mencoba memainkan satu tangga nada dengan menggoyang-goyangkan angklung menggunakan kedua tangannya.
Selepas mencoba angklung, PM Modi kemudian mendengarkan lagu pop India yang populer di Indonesia “Kuch Kuch Hota Hai” yang dimainkan dengan angklung.
PM Modi langsung berjalan mendekat ke arah pemain angklung yang memainkan lagu yang dipopulerkan oleh film dengan judul serupa, yang pemain utamanya merupakan aktor-aktor Bollywood ternama, yakni Shah Rukh Khan dan Kajol.
PM Modi pun langsung mencoba memainkan set angklung tersebut dengan membunyikan sejumlah tangga nada secara acak.
Presiden Prabowo yang berdiri di depan PM Modi pun bertepuk tangan melihat aksi PM Modi.
Puas mencoba bermain angklung, PM Modi mengucapkan “terima kasih” kepada pemain angklung yang memandunya.
Di Istana Merdeka hari ini, Presiden Prabowo dan PM Modi telah bertemu empat mata dan memimpin pertemuan bilateral antara delegasi Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah India.
Setidaknya ada 16 dokumen kerja sama antara Indonesia-India yang diumumkan dalam rangkaian kunjungan kenegaraan PM Modi di Jakarta hari ini.
Dalam pernyataan pers bersama yang disampaikan Presiden Prabowo dan PM Modi, kedua kepala negara menekankan kembali pentingnya memperkuat kerja sama di berbagai bidang termasuk kebudayaan dan pendidikan.
Oleh karena itu, dua pemimpin negara juga mengumumkan tahun 2026–2027 sebagai “Tahun Tagore-Dewantara” yang menjadi tonggak baru dalam diplomasi pendidikan dan kebudayaan Indonesia-India.
Penyematan nama “Tagore-Dewantara” itu merujuk pada pujangga besar India Rabindranath Tagore dan Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara.
Keduanya bertemu sekitar 100 tahun yang lalu, yaitu saat Tagore berkunjung ke Taman Siswa di Yogyakarta pada Agustus 1927.
*(Genta Tenri Mawangi/ANTARA)











