JAKARTA. DMKtv,-Ngakak sekaligus menegangkan, seorang pria di Soreang, Bandung takut diamuk massa karena wajahnya dikira mitip pelaku penganiayaan seorang wanita bernama Yuvita Tri Rezeki.
Saat ini sedang viral langkah perburuan terhadap pelaku penganiayaan bernama Taufik Hidayat, ia masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus penganiayaan terhadap Yuvita Tri Rezeki.
Akan tetapi ternyata kini semuanya menimbulkan dampak tak terduga bagi warga lain yang tidak memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.
Seorang warga Soreang, Kabupaten Bandung, bernama Aditya Pratama Putra mengaku mengalami kejadian tidak menyenangkan karena wajahnya dianggap mirip dengan sosok buronan yang sedang dicari aparat kepolisian.
Aditya mengungkapkan bahwa dirinya sempat dihampiri oleh seorang pria saat berada di sebuah gerai Alfamart.
Dalam kejadian tersebut, pria itu bahkan menarik bajunya karena menduga dirinya adalah Taufik Hidayat yang saat ini masih menjadi buronan.
Merasa khawatir kesalahpahaman tersebut semakin meluas, Aditya akhirnya membuat dan mengunggah video klarifikasi di media sosial.
Melalui video itu, ia menegaskan bahwa dirinya bukanlah Taufik Hidayat seperti yang ramai diperbincangkan publik.
Menurut Aditya, ia menyadari bahwa ada kemiripan wajah antara dirinya dengan foto DPO yang beredar luas di berbagai platform media sosial.
“Kemarin ada bapak-bapak di Alfamart tiba-tiba menarik baju saya menyangka bahwa saya pelaku penganiayaan. Di sini saya mau menggarisbawahi bahwa saya bukan Taufik Hidayat, tapi itu bukan saya. Saya mah jangankan menganiaya wanita, ada semut di tangan saya malah saya tiup, bukan dikeplak,” kata Aditya.
Meski begitu ia menegaskan bahwa kemiripan tersebut tidak berarti dirinya adalah orang yang sedang dicari polisi.
“Saya memang mengakui wajah saya rada mirip dengan foto yang beredar, tetapi saya bukan Taufik Hidayat,” ungkapnya dalam klarifikasi yang viral di media sosial.
Aditya mengaku memutuskan untuk memberikan penjelasan secara terbuka karena merasa cemas dengan situasi yang berkembang.
Ia takut menjadi sasaran tindakan main hakim sendiri dari masyarakat yang salah mengenali identitasnya.
Kekhawatiran tersebut semakin meningkat setelah perburuan terhadap Taufik Hidayat menjadi perhatian luas masyarakat.
Terlebih, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebelumnya mengumumkan hadiah atau bounty sebesar Rp250 juta bagi siapa saja yang dapat membantu menemukan keberadaan pelaku.
Besarnya perhatian publik terhadap kasus penganiayaan Yuvita Tri Rezeki membuat informasi mengenai DPO tersebut menyebar dengan cepat.
Namun di sisi lain, Aditya berharap masyarakat lebih berhati-hati dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan kemiripan wajah.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menyerahkan proses pencarian pelaku kepada aparat penegak hukum agar tidak terjadi kesalahan yang merugikan warga yang tidak terlibat dalam kasus tersebut.
*(Risto Risanto/DISWAY.ID)











