Prabowo Sambut Presiden Belarus di Istana Merdeka

JAKARTA. DMKtv,- Presiden RI Prabowo Subianto menyambut kunjungan kenegaraan Presiden Republik Belarus Alexandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.

Iring-iringan kendaraan Presiden Lukashenko memasuki halaman Istana Merdeka, Jakarta, sekitar pukul 11.23 WIB.

Presiden Lukashenko dikawal 17 motoris dan 80 pasukan berkuda Batalyon Kavaleri Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Kedatangan Presiden Lukashenko disambut dengan tarian Enggang dari Kalimantan Timur. Presiden Prabowo pun menyambut langsung Presiden Lukashenko setelah turun dari kendaraan yang ditumpanginya.

Kedua Kepala Negara kemudian saling berjabat tangan dan mengucapkan salam. Setelah itu, lagu kebangsaan kedua negara pun dikumandangkan.

Selanjutnya, Presiden Prabowo melakukan inspeksi pasukan kehormatan bersama Presiden Lukashenko.

Setelah itu, Presiden Prabowo mengenalkan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih, yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani.

Selain itu, hadir juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Kedua pemimpin negara melangsungkan pertemuan empat mata di ruang kerja Presiden Prabowo.

Agenda dari kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko ini, salah satunya akan meluncurkan “Road Map for Bilateral Cooperation 2026–2030” sebagai kerangka penguatan kerja sama yang saling menguntungkan.

Peta jalan tersebut akan menjadi acuan penguatan kerja sama di berbagai bidang termasuk ekonomi, pertanian, ketahanan pangan, kebudayaan, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.

Belarus merupakan mitra penting bagi Indonesia di kawasan Eurasia dan salah satu anggota kunci dari Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU). Indonesia dan EAEU telah menandatangani persetujuan perdagangan bebas (Indonesia–EAEU Free Trade Agreement) pada Desember 2025.

*(Maria Cicilia Galuh Prayudhia/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini