Boni Hargens: PRESISI Dorong Transformasi Budaya Kerja di Tubuh Polri

JAKARTA. DMKtv,- Pengamat politik senior Boni Hargens menilai konsep Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan atau PRESISI mendorong transformasi kinerja dan budaya kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Boni mengatakan visi yang diusung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo itu menjadi rancangan perubahan menyeluruh yang disesuaikan dengan tantangan kontemporer.

“Visi PRESISI Polri merupakan desain besar perubahan secara menyeluruh yang disesuaikan dengan realitas tantangan kontemporer,” kata Boni dalam peluncuran buku di Jakarta, Rabu (24/6), sebagaimana keterangan yang diterima Kamis.

Menurut dia, PRESISI hadir di tengah meningkatnya tekanan publik yang kritis terhadap Polri serta tuntutan reformasi institusi kepolisian.

Ia menilai konsep tersebut menjadi arah kebijakan dan budaya kerja Polri modern melalui tiga nilai utama yang saling berkaitan, yakni prediktif, responsibilitas, serta transparansi berkeadilan.

Boni menjelaskan unsur prediktif diwujudkan melalui pemanfaatan analisis data dan teknologi informasi untuk mendeteksi dini potensi gangguan keamanan sebelum berkembang.

“Polri hadir sebelum masalah berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, responsibilitas dimaknai sebagai pelaksanaan tugas kepolisian secara efektif, cepat, dan tepat sasaran dengan mengedepankan pendekatan humanis serta pertanggungjawaban atas setiap tindakan.

Adapun transparansi berkeadilan diterapkan untuk menjamin akuntabilitas dalam tindakan hukum, menjaga kepercayaan publik, dan menegakkan keadilan.

Boni mengatakan transformasi yang dilakukan Kapolri juga mencakup penguatan organisasi, operasional, pelayanan publik, dan pengawasan internal.

“Empat pilar utama itulah yang menjadi landasan perubahan institusi Polri secara menyeluruh, terstruktur, dan saling menguatkan,” katanya.

*(Agatha Olivia Victoria/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini