JAKARTA. DMKtv,- Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkapkan peredaran narkotika, yang kini mulai merambah ke bentuk cair, bertujuan agar tidak mudah terdeteksi.
Saat menerima audiensi dari pengurus Yayasan Global CEO Indonesia dan Komunitas Perempuan Bersinar di Jakarta, Senin (11/5), Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan penggunaan rokok elektrik atau vape kini marak sebagai salah satu media yang kerap disalahgunakan untuk mengonsumsi zat terlarang.
“Pencegahan adalah hal yang sangat mulia bagi negara. Kita tidak boleh membiarkan generasi penerus kita diracuni oleh narkotika yang kini dikemas dengan berbagai tren gaya hidup atau lifestyle,” tutur Komjen Pol. Suyudi, seperti dikutip dari keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Oleh karena itu, Kepala BNN RI menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap modus baru peredaran narkotika tersebut.
Sebagai langkah nyata, BNN telah mulai mengintegrasikan modul edukasi bahaya narkotika ke dalam kurikulum sekolah, seperti yang telah dilakukan uji coba di Jawa Timur melalui lima mata pelajaran muatan lokal.
Dijelaskan bahwa edukasi tersebut bertujuan agar anak-anak memahami wujud dan bahaya narkotika modern serta zat adiktif lainnya sejak dini.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum CEO Indonesia serta Komunitas Bela Bangsa dan Perempuan Bersinar Trisya Suherman membagikan pengalaman personal mengenai dampak nyata narkotika yang merusak tatanan keluarga.
Ia menegaskan peran perempuan dan ibu sangat krusial dalam mendeteksi gejala awal penyalahgunaan narkotika pada anak.
Dengan demikian, Yayasan Global CEO Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung program “Indonesia Bersinar” (Bersih Narkoba) melalui berbagai aksi sosial dan edukasi di sektor swasta maupun komunitas.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu menekan angka prevalensi penyalahgunaan narkotika yang kian masif di berbagai lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan pesantren dan sekolah menengah.
Adapun pertemuan kedua belah pihak berfokus pada penguatan strategi pencegahan penyalahgunaan narkotika, khususnya bagi anak-anak dan generasi penerus bangsa.
*(Agatha Olivia Victoria/ANTARA)











