Sebelumnya, Dubes Kuba Temui Megawati Bahas Kerja Sama Kesehatan dengan BRIN

JAKARTA. DMKtv,- Presiden Ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Dewan Pengarah BRIN Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Duta Besar Kuba untuk Indonesia, Dagmar Gonzalez Grau di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin.

Megawati didampingi Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah dan Direktur Hubungan Luar Negeri PDIP, Hanjaya Setiawan.

Hasto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, mengungkapkan dalam pertemuan tersebut Megawati dan Dubes Grau membahas pentingnya kerja sama Pemerintah Kuba dengan Kementerian Kesehatan; Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah; hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Selain itu, keduanya juga membahas pengembangan obat kanker, vaksin halal dan obat-obatan, serta mendorong terwujudnya kerja sama dengan Kementerian Kesehatan, mereka juga berharap bisa kerja sama dengan beberapa rumah sakit seperti RS Harapan Kita dan RS Pusat Otak Nasional (RS PON).

“Kepada Dubes Kuba, Ibu Megawati mengatakan kesehatan penting sekali untuk rakyat sehingga ketika saat menjabat presiden berinisiatif membangun RS PON,” kata Hasto.

Saat pertemuan, Megawati juga sempat menyinggung kunjungannya ke Kuba pada 2011.

“Ibu Mega bernostalgia ketika berkunjung ke Kuba melihat secara langsung pabrik cerutu. Ternyata ada insentif bagi pekerja yang bisa mencapai target, kemudian ketika ada produksi lebih dari target maka kelebihan itu menjadi hak pekerja tersebut,” kata Hasto.

Dubes Grau juga menjelaskan Kuba memiliki program khusus pemberantasan buta huruf, teknologi terapan hingga spesialis. Program pemberantasan buta huruf sangat efektif dan sudah diterapkan di 30 negara dan menjangkau 10 juta orang.

Selain itu, saat pertemuan, Dubes Kuba memaparkan kesulitan kehidupan perekonomian akibat tekanan Amerika Serikat yang berniat menguasai Kuba.

Banyak analis menggambarkannya sebagai krisis ekonomi terburuk di negara itu sejak ‘Periode Khusus’ tahun 1990-an setelah runtuhnya Uni Soviet.

Dubes Kuba menyinggung krisis energi dan listrik yang parah, dengan dampaknya ke sektor pariwisata yang menjadi andalan perekonomian Kuba.

Langkah-langkah tambahan AS yang membatasi ruang gerak pengiriman bahan bakar dan jalur pelayaran meningkatkan tekanan pada perekonomian Kuba.

Atas berbagai persoalan tersebut, Megawati mengungkapkan pentingnya solidaritas antarbangsa-bangsa merdeka dan berdaulat, termasuk berjuang melalui Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Dalam pertemuan tersebut, Dubes Kuba menyerahkan buket bunga mawar, parfum oles yang bahannya dari bunga Mariposa Putih, yang merupakan bunga nasional Kuba dan cerutu Kuba.

“Setelah menerima parfum, Ibu Mega spontan menjelaskan bahwa Beliau juga telah memiliki bunga Mariposa Putih yang ditanam pada kebunnya di Bali,” ujar Ahmad Basarah.

Ditambahkan Basarah, Megawati menyerahkan miniatur Candi Borobudur dan satu set cangkir tradisional sebagai cendera mata.

Dubes Kuba pun mengutarakan ketertarikannya dengan lukisan Megawati kecil yang sedang dipangku ayahandanya, Soekarno. Lantas, Megawati pun menerangkan soal lukisan tersebut.

*(Fianda Sjofjan Rassat/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini