JAKARTA. DMKtv,- Aparat gabungan menangkap 24 orang dalam operasi penindakan dugaan peredaran narkotika di kawasan Kampung Ambon dan Kampung Boncos, Jakarta Barat, pada Jumat.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso menjelaskan dari total 24 orang yang ditangkap, sebanyak 16 orang ditangkap di Kampung Ambon, sedangkan delapan orang lainnya diamankan di Kampung Boncos.
“Operasi penindakan tersebut melibatkan personel dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya, Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP),” kata Bismo dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Ia menjelaskan seluruh individu yang ditangkap langsung menjalani pemeriksaan intensif oleh petugas.
“Mereka juga diwajibkan mengikuti tes urin untuk memastikan ada atau tidaknya kandungan narkotika di dalam tubuh mereka,” kata Bismo.
Bismo juga menjelaskan dalam operasi tersebut, petugas telah menyisir sejumlah lokasi dan menemukan berbagai sarana yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkotika, mulai dari lapak, tempat kos, hingga kendaraan bermotor.
“Yang jelas yang kita dapati saat ini tadi secara fakta ada lapak, ada yang menyewakan bong-bong tersebut, kemudian ada yang menyimpan di kos-kosan, ada yang menyimpan di dalam motor, dan lain sebagainya,” ujar Bismo.
Lebih lanjut, Bismo menegaskan penanganan kawasan rawan narkoba ini tidak hanya berfokus pada penegakan hukum melalui penindakan, tetapi juga mengedepankan langkah preventif dan pendekatan yang humanis.
Pihak kepolisian turut berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta serta Dinas Tenaga Kerja guna mengupayakan dukungan program ketenagakerjaan bagi masyarakat setempat.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyatakan penanganan kawasan rawan narkotika ini akan dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan.
“Penindakan diperkuat dengan langkah preventif, edukasi, pemulihan, serta pemberdayaan masyarakat agar kawasan tersebut tidak kembali menjadi tempat penyalahgunaan maupun peredaran narkotika,” kata Budi.
Sebagai tindak lanjut dari operasi ini, aparat gabungan akan mengarahkan fokus pada patroli preventif, edukasi masyarakat, serta program pemulihan trauma (trauma healing).
Polres Metro Jakarta Barat juga tengah menyiapkan posko khusus untuk mendukung koordinasi dan memantau situasi keamanan dan ketertiban di kawasan tersebut.
*(Ilham Kausar/ANTARA)











