Wisatawan ke TWA Papandayan di Garut masih Dibatasi Dampak Blue Fire

GARUT, JABAR. DMKtv,- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyampaikan kunjungan wisatawan ke Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan masih dibatasi untuk jalur pendakian dan hanya diperbolehkan sampai zona aman di area parkir dampak fenomena Blue Fire.

“Cuma kalau untuk ke atas, kita masih belum buka. Kita menunggu arahan dari BMKG,” kata Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika kepada wartawan di Garut, Selasa.

Ia menuturkan fenomena alam Blue Fire di kawasan kawah Gunung Papandayan pada dua pekan lalu itu telah berdampak dibatasinya kunjungan wisatawan untuk tidak melakukan pendakian di jalur itu.

Wisatawan, kata dia, tidak boleh mendekati kawah, dan hanya diperbolehkan di bawah area gerbang yang masih direkomendasikan sebagai zona aman.

“Sebetulnya ini masih tetap ya, cuma memang pengunjung kan tidak bisa ke atas, biasanya kan sampai ke Pos 7, ke Pos 8 ke atas ya. Nah, ini sampai Pos 4, 5 di bawah, nah sampai ke situ,” katanya.

Ia menyampaikan adanya fenomena itu tentu bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke TWA Gunung Papandayan dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan pengunjung.

“Kita juga nanti sedang mengukur kalau misalkan memang itu tidak efek membahayakan bagi pengunjung, malah jadi salah satu daya tarik untuk wisata, mungkin dengan jarak tertentu,” katanya.

Ia menyampaikan sampai saat ini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan pengelola wisata dan Badan Geologi terkait batasan kunjungan bagi wisatawan.

Terkait dampak angka kunjungan dari fenomena alam itu, kata dia, pihaknya belum mendapatkan laporan dari pengelola TWA Gunung Papandayan.

“Belum ada (data kunjungan) karena kita nunggu laporan dari pengelola,” katanya.

Manager Operasional TWA Gunung Papandayan, Amin Kaban membenarkan, masih diberlakukan pembatasan bagi wisatawan yang tidak boleh melakukan pendakian atau melewati jalur kawah, hanya diperbolehkan di bawah.

“Untuk mendaki dan camping di atas di Salada, dan di Gober Hood belum bisa karena sesuai dengan surat edaran dari BBKSDA,” katanya.

*(Feri Purnama/ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini