DEPOK. DMKtv,– Wali Kota Depok, Dr. Supian Suri, mendampingi langsung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam agenda kegiatan peninjauan pembukaan Bursa Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat.
Agenda strategis yang digelar dengan konsep hybrid ini dipusatkan di PT YKK Zipper Indonesia, Kecamatan Cimanggis, serta turut disiarkan secara langsung melalui kanal digital resmi milik Gubernur Jawa Barat.
Perhelatan bursa kerja berskala masif ini melibatkan partisipasi aktif dari 16 perusahaan ternama, di antaranya PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) dan PT XLSmart Telecom Sejahtera.
Para pencari kerja kini dapat mengakses langsung 1.057 posisi lowongan dari berbagai bidang secara terintegrasi melalui portal resmi “Nyari Gawe” besutan Pemprov Jawa Barat yang disandingkan dengan aplikasi “Ayo Gawe” milik Pemkot Depok.
Dari total ribuan lowongan yang ditawarkan, pemerintah turut memastikan hadirnya ruang inklusif dan kesetaraan bagi kelompok rentan.
Hal ini dibuktikan dengan alokasi khusus sebanyak 100 posisi pekerjaan setara lima persen dari total rekrutmen di sektor ritel Alfamart yang secara tegas diprioritaskan bagi para penyandang disabilitas.
Di sela-sela peninjauannya, Wali Kota Supian Suri menyerukan pesan penyemangat kepada warga Depok yang masih berjuang mencari pekerjaan agar tidak mudah mengeluh atau putus asa.
Ia mengimbau warganya untuk segera memanfaatkan kemudahan akses digital ini dengan terus berikhtiar mencari peluang yang paling sesuai dengan keahlian mereka masing-masing.
Langkah kolaboratif ini merupakan bentuk intervensi konkret dari pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran terbuka di Kota Depok yang saat ini terpantau di kisaran 6,7 persen.
Selain pembukaan lowongan kerja tetap, upaya menekan angka pengangguran ini juga diperluas melalui dorongan program magang intensif.
Salah satunya berkolaborasi dengan The Trans Luxury Hotel milik Trans Group guna membekali kaum muda dengan jam terbang operasional.
Lebih jauh, Supian Suri menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dari sisi pencari kerja itu sendiri.
Warga diharapkan bersikap proaktif dalam membekali diri, meningkatkan kompetensi, serta cermat melengkapi seluruh persyaratan klasifikasi yang dipatok oleh perusahaan-perusahaan berskala nasional tersebut.
“Jangan mengeluh, banyak kesempatan yang datang,segera manfaatkan kesempatan itu, kita ikhtiar terus. mudah-mudahan dari sekian ikhtiar kita ada kesempatan yang bisa kita dapat” Ujar Supian Suri.
Kolaborasi dan terobosan bursa kerja yang inklusif dan terdigitalisasi yang diadakan oleh pemerintah diharapkan adanya timbal balik positif berupa lonjakan serapan tenaga kerja lokal yang signifikan.
Sinergi antara Pemprov Jawa Barat, Pemkot Depok, dan sektor swasta ini diyakini mampu memutus mata rantai pengangguran sekaligus memperkokoh ketahanan ekonomi warga.
*(Bagoes Aryo Bimantoro)











