JAKARTA. DMKtv,- Media sosial tengah diramaikan penelitian palsu di konferensi internasional yang dilakukan beberapa warga negara Indonesia (WNI) termasuk Prihantini.
Nama Prihantini muncuat karena terlibat dalam penelitian palsu bersama dua rekannya yakni Rifaldy Fajar dan Rini Winarti.
Kecurangan itu terkuak ketika publik menyoroti paper penelitian mereka yang dinilai janggal.
Lewat akun Thread @mandharabrasika, kelompok peneliti ini disinyalir mengandalkan generate AI untuk mendapatkan hasil penelitian.
“Risetnya pun palsu! Dibuat dengan AI dan atau fabrikasi data. Risetnya dibuat terlihat sangat hebat. Padahal risetnya tidak pernah ada. Datanya palsu di generate AI, gambar, dan tulisannya juga” jelasnya.
Selain itu, kecurangan ini juga diketahui lewat afiliasi dalam penelitian yang tidak ditemukan di Indonesia.
“Bahkan afiliasinya: Al-BioMedicine Research Group, IMCDS-BioMed Research Foundation, Jakarta, Indonesia tidak ditemukan.” pungkasnya.
Kasus ini lantas menuai perhatian masyarakat yang menyoroti kredibilitas penelitian di Indonesia.
Lantas siapa sosok Prihatini? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Sosok Prihatini Diduga Terlibat Penelitian Palsu
Melansir dari laman PDDikti, Prihatini merupakan lulusan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tahun angkatan 2015-2019.
Selama menempuh pendidikan di bangku kuliah, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan penelitian mahasiswa.
Ia juga beberapa kali memperoleh pendanaan riset dari pihak kampus maupun kementerian, serta berhasil meraih Juara 1 Pertamina National Science Olympiad pada bidang Matematika.
Prihantini diketahui menerima program beasiswa LPDP untuk meraih gelar Magister.
Prihatini atau kerap disapa Titin berhasil menerima beasiswa LPDP untuk meraih gelar S2 di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan program studi Matematika.
Selain itu, ia juga dikenal sebagai pendiri komunitas Orbit Paper, platform mentoring kepenulisan akademik yang didirikan sejak 2018.
Platform tersebut didirikan bertujuan membantu mahasiswa serta peneliti muda dalam menyusun karya ilmiah hingga berhasil dipublikasikan di jurnal dan konferensi internasional.
Tak hanya Orbit Paper, Titin juga mendirikan komunitas bernama Youth Passion to Action (YPA).
Komunitas YPA berfokus pada pengembangan pemuda untuk mengeksplorasi passion lewat seminar, webinar, diskusi, dan kegiatan kreatif lainnya.
Sejumlah penghargaan internasional juga pernah diraih Titin yakni Achievement Special Award dari Women’s Inventors Association NOVA di Bosnia dan Herzegovina tahun 2017.
Di tahun yang sama, ia turut membawa pulang Gold Medal dalam ajang World Invention and Innovation Forum di China serta menerima Special Gold Prize dari Manila Young Inventors Association.
Titin sempat menjalani program magang sebagai Research Assistant di Balai Besar Laboratorium Kesehatan dengan fokus riset pada penyakit menular, vektor malaria, hingga pengembangan metode molekuler biomedis.
Selain itu, ia pernah terlibat dalam proyek hidrodinamika di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dalam kehidupan pribadi, Titin aktif membagikan kegiatan konferensi internasional lewat unggahan akun Instagram miliknya @pryhanykielh.
Sebelum akun tersebut menghilang, Titin memiliki 4.509 pengikut dan diketahui pernah menyambangi belasan negera.
Hal ini diketahui dari bio Instagramnya yang menampilkan deretan bendera dari berbagai negara di belahan dunia.
*(Syifa Lulu/DISWAY.ID)











