JAKARTA. DMKtv,- Seorang sopir minibus ditemukan tewas dalam mobilnya di Jalan Outer Ring Road, Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu pagi.
Insiden itu pertama kali diketahui oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) bernama Haris Kuswanto yang sedang melakukan pembersihan lingkungan di lokasi.
Haris mengaku dirinya mendapat laporan dari pengendara yang melintas di Jalan Outer Ring Road sekitar pukul 05.00 WIB.
“Awalnya saya lagi dinas, penyapuan, tiba-tiba ada pengendara melintas, lapor ke saya itu ada mobil menepi di pinggir jalan. Udah lapor, saya koordinasi ke Satpam biar ada tindak lanjut, terus saya ke TKP,” kata Haris kepada wartawan di lokasi, Rabu.
Setibanya di lokasi, Haris melihat mobil dalam keadaan menyala dan mencoba mengecek kondisi pengemudi dari luar.
“Di dalam mobil posisinya nyala. Orangnya tertidur. Tidur, ya tidur. Diketok enggak ada respon. Akhirnya koordinasi sama polisi kan buat dicek,” ujar Haris.
Haris mengaku dirinya dan warga sekitar tak mengetahui identitas maupun asal korban tersebut.
Sementara itu, Kanit Lantas Polsek Cengkareng, AKP Yeni menyebut pihaknya mendapat laporan dari petugas PPSU dan Satpol PP pada pukul 08.30 WIB.
“Saya ke TKP, lengkap ada Kapolsek, terus ada dari tim medis juga udah saya telepon, sambil jalan kita telepon ambulans. Sampai di sana mobilnya itu dalam keadaan hidup. Enggak bisa dibuka kuncinya,” jelas Yeni.
Yeni menyebut pintu mobil yang terkunci dari dalam memang cukup sulit dibuka dan menjadi hambatan dalam proses evakuasi.
Petugas kepolisian berupaya membuka pintu mobil dengan berbagai peralatan, seperti penggaris besi hingga obeng. Namun, pintu mobil tak kunjung terbuka.
Saat berusaha membobol pintu mobil, pihak kepolisian menyadari kondisi korban semakin memprihatinkan dengan badannya yang berubah warna menjadi kebiruan.
Petugas mengambil langkah untuk memecahkan kaca mobil untuk segera mengevakuasi korban.
Korban kemudian berhasil dievakuasi sekitar pukul 10.45 WIB.
“Akhirnya ya dengan kesepakatan, kasihan juga, badannya sudah biru di dalam, atas persetujuan, kita pecahkan kaca mobilnya. Setelah terbuka, Reskrim datang dan kita serahkan mereka yang menangani,” imbuhnya.
*(Redemptus Elyonai Risky Syukur/ANTARA)











