JAKARTA. DMKtv,- Kehadiran Indonesia pada Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi momentum untuk menegaskan komitmen kuat terhadap multilateralisme dan perdamaian global.
Sebagaimana disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl A. Mulachela kepada ANTARA, Selasa, kehadiran Indonesia dalam agenda tahunan PBB tersebut memperkuat peran Indonesia dalam mendorong dialog, menjembatani perbedaan, serta membangun konsensus di tengah berbagai tantangan global.
Indonesia akan mengoptimalkan kesempatan kali ini untuk menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang serta menegaskan komitmen untuk melanjutkan kontribusi bagi perdamaian dunia sebagaimana yang telah dilakukan selama ini.
Indonesia juga akan memberikan perhatian khusus terhadap nasib rakyat Palestina di tengah agresi militer zionis dan terhambatnya bantuan kemanusiaan akibat ulah Israel.
“Hal tersebut termasuk menegaskan kembali dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina serta upaya pemulihan dan rekonstruksi Gaza,” kata Nabyl.
Kehadiran Indonesia dalam Sidang Majelis Umum PBB tahun ini diwakili oleh Menlu Sugiono yang bertindak sebagai kepala delegasi RI. Menlu Sugiono telah tiba di New York, Amerika Serikat, pada Senin (21/9), waktu setempat.
Dia dijadwalkan menyampaikan pernyataan nasional Indonesia dalam sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB pada Sabtu malam (26/9).
Selama di New York, Sugiono akan mengikuti berbagai pertemuan tingkat tinggi dan pertemuan tingkat menteri yang membahas isu-isu strategis dari perdamaian dan keamanan, isu Palestina, perubahan iklim, dan multilateralisme.
Salah satu agenda terawal yang dihadiri Sugiono di New York, Senin, yaitu Pertemuan Tingkat Menteri “Group of Eight Arab and Islamic Countries” bersama para wakil dari Arab Saudi, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, Turkiye, dan Pakistan.
Dalam kesempatan tersebut, Sugiono mengajak komunitas internasional untuk memprioritaskan upaya perdamaian guna menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat Palestina, terutama di tengah situasi Gaza yang terus memburuk.
Sidang ke-81 Majelis Umum PBB resmi dibuka di New York pada 8 September. Menlu Bangladesh Khalilur Rahman terpilih sebagai presiden Majelis Umum PBB untuk masa sidang kali ini, menggantikan mantan menlu Jerman Annalena Baerbock.
Sesi kali ini mengusung tema “Memulihkan kepercayaan, mengelola transformasi: PBB yang memberikan hasil bagi semua”. Sesi Debat Umum Majelis Umum PBB dijadwalkan berlangsung pada 22-26 September dan dilanjutkan pada 28 September.
*(Nabil Ihsan/ANTARA)











