Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Belarus Alexandr Lukashenko meluncurkan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026–2030 sebagai kerangka pengembangan hubungan bilateral kedua negara selama lima tahun ke depan.
Dalam pernyataan bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, Presiden Prabowo mengatakan peta jalan tersebut mencerminkan komitmen Indonesia dan Belarus untuk membangun kerja sama yang lebih terarah, konkret, dan saling menguntungkan di berbagai bidang strategis.
“Hari ini kedua negara telah meluncurkan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026–2030 yang akan menjadi kerangka bagi pengembangan hubungan bilateral selama lima tahun ke depan,” ujar Presiden Prabowo.
Peta jalan tersebut akan menjadi acuan penguatan kerja sama di berbagai bidang termasuk ekonomi, pertanian, ketahanan pangan, kebudayaan, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pada sektor ketahanan pangan, Presiden Prabowo menegaskan Indonesia dan Belarus berkomitmen meningkatkan kerja sama dengan memanfaatkan potensi yang saling melengkapi.
Kerja sama tersebut meliputi pengembangan pertanian modern, penyediaan pupuk, alat dan teknologi pertanian, hingga alat berat.
Di bidang ekonomi, kedua negara sepakat memperluas kemitraan yang mendukung agenda pembangunan nasional masing-masing.
Ke depan, kerja sama akan difokuskan pada pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok, serta pengembangan teknologi.
Presiden Prabowo juga mengapresiasi Belarus yang telah menyelesaikan proses ratifikasi Perjanjian Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
Menurut Prabowo, Indonesia juga sedang menyelesaikan proses ratifikasi perjanjian tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan perdagangan dengan kawasan Eurasia.
Selain itu, Presiden Prabowo melihat peluang besar untuk meningkatkan investasi dan pembentukan usaha patungan (joint venture) antara pelaku usaha kedua negara, khususnya di sektor industri manufaktur, otomotif, kendaraan berat, dan agroindustri.
Sementara di bidang sosial budaya dan pembangunan sumber daya manusia, Presiden Prabowo mendorong penguatan kerja sama melalui pertukaran budaya, kemitraan antarinstitusi pendidikan, serta pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kedua negara.
*(Maria Cicilia Galuh Prayudhia/ANTARA)











