MOSKOW. DMKtv,- Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pidatonya untuk Konferensi Peninjauan NPT ke-11 pada Rabu (29/4) menyatakan Rusia sebagai pihak yang bertanggung jawab dan salah satu pihak penyimpan (depositary) Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (Nuclear Non-Proliferation Treaty/NPT) secara ketat mematuhi isi dan semangat perjanjian tersebut.
“Kami percaya bahwa di tengah situasi internasional yang kompleks saat ini, diperlukan upaya-upaya multilateral tambahan untuk menciptakan kondisi bagi kemajuan lebih lanjut dalam proses membangun dunia yang bebas dari senjata nuklir, sambil menjunjung tinggi dengan teguh prinsip untuk tidak mengorbankan keamanan pihak mana pun,” kata Putin.
Pernyataan Putin tersebut dibacakan oleh ambassador at large Kementerian Luar Negeri Rusia Andrey Ivanovich Belousov pada konferensi yang berlangsung di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.
Rusia, sebagai salah satu pemimpin dalam energi nuklir, siap mengembangkan kerja sama di bidang ini dengan pihak-pihak NPT yang berminat, ungkap pernyataan tersebut.
Moskow berpendapat bahwa negara yang dengan sungguh-sungguh memenuhi kewajiban NPT mereka berhak atas akses energi nuklir untuk tujuan damai tanpa pembatasan yang tidak semestinya, kata pernyataan itu.
Putin menekankan diperlukan berbagai upaya yang lebih besar untuk menciptakan kondisi bagi kemajuan menuju dunia yang bebas dari senjata nuklir di tengah lingkungan keamanan global yang penuh tantangan.
Rusia mengharapkan konferensi tersebut dapat produktif dan berkontribusi bagi rezim nonproliferasi nuklir global.
Konferensi Peninjauan NPT ke-11 dibuka pada Senin (27/4) dan akan berlangsung hingga 22 Mei.
*(Xinhua/ANTARA)











